Ketika Musim Panas Hinggap di Pertengahan Ramadhan Kami di Norwegia

Lapar dan haus itu soal biasa. Yang agak berat adalah menahan kantuk yang suka menyelinap tanpa permisi.

Ketika Musim Panas Hinggap di Pertengahan Ramadhan Kami di Norwegia

SERAMBI UMMAH.COM - MESKI bukan pengalaman pertama, berpuasa di musim panas selalu membuat saya berdebar di awalnya. Diiringi doa supaya Allah SWT beri kekuatan dan kesehatan untuk kami sekeluarga, plus doa supaya cuaca selalu bersahabat.

Alhamdulillah, dua minggu ini kami diberkahi dengan hari-hari yang sejuk dan cukup berangin. Suhu maksimal 15 Celcius terasa pas ketika harus menjalankan puasa hampir 20 jam lamanya.

Lapar dan haus itu soal biasa. Yang agak berat adalah menahan kantuk yang suka menyelinap tanpa permisi.

Tapi Allah itu memang Maha Baik. Atas kuasa-Nya, udara sejuk perlahan menjadi hangat, dan cukup panas (untuk ukuran Haugesund). Sejak kemarin termometer menunjukkan angka 23 Celcius. Setelah dibuai dengan udara yang membuat semriwing, maka kemarin saya sempat merindukan air untuk membahasi tenggorokan, meski jam buka masih lama. Akhirnya musim panas datang juga ke kota kami! Apalagi kemarin kegiatan saya memang cukup padat merayap.
Laporkan iklan?

Tapi kami masih beruntung dibandingkan teman-teman di negara Eropa lain. Inggris kabarnya mengalami musim panas terpanas dalam sejarah (hampir 38 Celcius!). Negara-negara seperti Belanda dan Jerman pun sami mawon. Panas membara.

Bayangkan berpuasa dengan waktu nyaris sama dengan Norwegia, tapi dalam udara yang puanas!

Sungguh tak layak kami mengeluh.

Saya lalu menyadari bahwa inilah cara-Nya mempersiapkan kami untuk menghadapi cuaca panas di tanah air, yang in syaa Allah akan kami hirup lagi udaranya dalam tempo seminggu!

Alhamdulillah sejauh ini kami masih sehat, masih semangat, bisa sedikit berkeringat, dan masih tetap hidup. Sama hidupnya dengan pemandangan di langit Haugesund belakangan ini.

Sudah pertengahan Ramadhan, bagaimana grafik semangat kita? Semoga tetap stabil, syukur-syukur bisa meningkat. Jangan sampai terjun bebas, ya!

Sudah pertengahan Ramadhan, aroma kemeriahan bulan puasa di kampung sudah semakin memenuhi panca indera kami.

Sudah pertengahan Ramadhan, berarti mulai menghitung hari. Berarti juga harus membiasakan diri mendapat pertanyaan si bocah, “Kapan kita packing?” (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved