Kalau Sudah Begini, Pasti Aku yang Disalahkan

Nenek ikut panik, karena cucu-cucunya terdengar menangis dari dalam kamar. Ibunya, Tantenya juga neneknya pun sibuk mendiamkan teteh dan adiknya

Kalau Sudah Begini, Pasti Aku yang Disalahkan
Shutterstock
Kebanyakan pertengkaran antarsaudara sebenarnya tidak akan merusak hubungan mereka.

SERAMBI UMMAH.COM - USIANYA menginjak dua belas tahun. Ia cucu pertama di keluarga ini, Ia adalah cucu yang paling besar. Sebut namanya Teteh (panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa Sunda).

Suatu hari ketika para cucu asyik bermain, tiba-tiba adik laki-laki Teteh yang berusia delapan tahun menangis keras sekali. Ia berlari ke arah Ibunya, kemudian melaporkan bahwa Teteh lah yang menyebabkan Ia menangis. Sontak sang Ibu bergerak menghampiri Teteh yang sedang berada di kamar.

Nenek ikut panik, karena cucu-cucunya terdengar menangis dari dalam kamar. Ibunya, Tantenya juga neneknya pun sibuk mendiamkan teteh dan adiknya. Namun tangis mereka tak berhenti juga.

Saya menghampiri mereka, “Teteh, siapapun boleh menangis jika sedih atau terluka, Teteh juga boleh menangis. Tapi semua orang tidak mengerti, apa masalah yang terjadi jika Teteh tidak bicara,” seru saya.

Ia menjawab, dengan terisak-isak.

Ia coba menjelaskan, “Kalau sudah begini, pasti aku yang disalahkan, karena aku yang paling besar, pasti aku yang dimarahi Papah. Semua aku yang salah!”

“Oh, begitu. Teteh boleh menenangkan diri dulu, nanti kalau sudah tenang, kita bicara ya”, tukas saya menenangkannya.

Tak lama kemudian tangisnya terhenti. Ia sudah tenang.

“Teh, jika ada masalah bicarakan saja bagaimana kejadiannya, Teteh tidak akan disalahkan kalau Papah dan Ibu tahu awal kejadiannya seperti apa, nanti setelah tahu bagaimana ceritanya, maka semua akan membantu Teteh bagaimana cara menyelesaikannya. Tak usah takut Teteh yang akan disalahkan. Kalau Teteh menangis, malah orang-orang jadi bingung, tidak mengerti, masalah apa yang terjadi pada Teteh,” tukas saya mencoba menjelaskan.

Ia menganggukan kepalanya, kemudian menghampiri adik laki-lakinya dan menyelesaikan masalah yang terjadi diantara mereka.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved