Nyawa di Ujung Angkot

Kejar setoran, tapi mempertaruhkan nyawa oranglain, ini sama saja dengan pembodohan. Untung di sopir, ruginya ke penumpang.

Nyawa di Ujung Angkot

SERAMBI UMMAH.COM - SALAH satu “penyakit”sopir angkutan kota adalah ugal-ugalan. Sebagai penumpang tentunya kita geram melihat sopir seperti itu. Kalau ditegur, dengan enteng si sopir menjawab: “kejar setoran”.

Kejar setoran, tapi mempertaruhkan nyawa oranglain, ini sama saja dengan pembodohan. Untung di sopir, ruginya ke penumpang. Memangnya penumpang itu barang apa?

Kalau “boleh” diumpamakan sopir ugal-ugalan adalah calon pembunuh bagi penumpang, pengendara lain, orang-orang di tepi jalan, dan dirinya sendiri. Sudah terlalu banyak korban yang meninggal akibat sopir bermental pembunuh itu.

Ada kasus kecelakaan yang dilansir Viva News, Sabtu (25/07/2015). Kepala Unit Laka Lantas Polresta Depok Iptu Budiono memeriksa Agus(sopir angkot) yang menabrak seorang jurnalis televisi swasta Fadli Kurniawan(34) hingga meninggal.

Diduga Agus mengemudikan agkot secara ugal-ugalan, hingga menabrak tiga orang yang tengah berada di warung nasi goreng di kawasan Jalan Meruyung, Cinere, Depok.

“Menurut pengakuan, justru pelaku ini punya riwayat sakit epilepsi. Jadi saat itu epilepsinya sedang kambuh sehingga di luar kesadarannya,” jelas Budiono pada VIVA.co.id, Sabtu 25 Juli 2015.

Selain Fadli Kurniawan, dua korban lainnya yakni, Fadli Mufti dan Mery Hula saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati.

Sejumlah massa yang kesal sempat melampiaskan emosinya terhadap pengemudi angkot tersebut. Alhasil, angkot dengan nomor polisi B 2311 VU, D 102 itu pun ringsek parah.

Seharusnya kasus seperti ini jangan sampai terjadi lagi ke depannya. Ada Polantas yang senantiasa menjaga ketertiban lalu lintas, apa tidak curiga jika melihat angkot yang suka ugal-ugalan di jalan raya?

Bahkan, seperti diberitakan di media lainnya, Agus (sopir angkot) usianya masih 15 tahun. Jelas si sopir belum mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk), apalagi SIM (Surat Izin Mengemudi).

Hal ini juga “akibat” kelalaian dari Polantas. Andaikan saja Polantas itu maksimal mengemban tugasnya, saya pikir kecelakaan karena ugal-ugalan yang dilakukan Agus bisa diantisipasi. Setelah kasus kecelakaan ini, ada baiknya Polantas dan Dishub (Dinas Perhubungan) merazia seluruh sopir angkot yang sedang beroperasi. (ipc)

Tags
nyawa
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved