Belajar "Menjaga Masjid" dari Hajj Hamdo

Tapi yang membuat panas hati bukan itu. Manusia hidup dan mati, datang lalu pergi, berjuang dan syahid, lahir dan kembali.

Belajar

SERAMBI UMMAH.COM – Udara panas membakar hati Muslim warga kota Jisr Asy-Syughur. Beberapa kali aksi hit and run Mujahidin ke dalam kota berhasil dibendung tentara Syi’ah Nushairiah. Yang dengan begitu membuat kedzaliman Syi’ah makin menjadi!

Dengan segala alasan mereka culik, Eksekusi, kemudian buang jenazah para warga yang dicurigai menjadi anggota perlawanan, Di jalan-jalan!

Tapi yang membuat panas hati bukan itu. Manusia hidup dan mati, datang lalu pergi, berjuang dan syahid, lahir dan kembali. Biasa itu, Apalagi di negeri yang bau kematian menyeruak ke rumah-rumah lebih dahulu daripada udara pagi.

Yang meningkatkan tensi emosi warga sampai titik tertingginya karena sejak tiga bulan terakhir pemerintah menutup 25 Masjid dari 27 yang tersisa! Peralatan sound systemnya dilucuti, lantainya dikotori tapak sepatu najis mereka, dan pintunya digembok dari segala penjuru!

Puluhan lainnya sudah hancur tak lagi dapat dipergunakan. Keimanan warga yang sedang mencapai titik tertingginya bagai terhalang gunung tinggi. Shaf-shaf shubuh dan 4 waktu lainnya yang kini berpindah tempat ke basement atau loteng rumah-rumah, sedikit membuka keran tabung gas di kepala mereka yang terus ditekan, mengulur pemberontakan lebih lama, sekaligus mengokohkan iman mereka!

Tapi Masjid tetaplah Masjid, Rumah Allah Yang Maha Agung seberapa pun jeleknya ia. Bukti wujud sebuah masyarakat Islam pada sepetak bumi Allah, serta Rumah Allah yang jauh lebih berharga dari rumah kita!

Maka mengusik keberadaan Masjid tidak mendatangkan apapun bagi kafir kecuali membaranya perlawanan atas mereka. Bahkan dari pelaku-pelaku maksiat yang masih beruntung Allah sisakan kebanggaan sebagai Muslim!

Di tengah kegelisahan warga kota Jisr, Hajj Hamdo, seorang Shalih dan Imam Masjid, tengah malam memaksa masuk ke dalam salah satu dari dua Masjid yang tersisa dan kebetulan berada tepat di samping rumah. Istri dan anak-anak beliau tak dapat melarang. Jangan kata penangkapan, api dan siksa manusia pun kali ini akan dilawannya!

Dengan satu sujud khusyuk dan panjang, beliau berdoa dan berjanji pada Allah, bila Dia turunkan Mujahidin membebaskan kota, ia akan menyerukan takbir selama penyerangan, meski Masjid harus runtuh dan hilang di bawahnya!

Dan Allah Maha Menjawab doa hamba-Nya yang ikhlas sepenuh hati. Beberapa hari setelah itu serangan besar Mujahidin bergelombang menghantam kota!
Pembukaannya sederhana saja: Sebuah aksi amaliyat Mujahidin Turkistan yang mengendarai BMP penuh bahan peledak menggoncang tanah Suriah!
Sudahnya teriakan takbir menebar maut di hati musuh-musuh Allah!

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved