7 Alasan Mengapa Dengki Bisa Merusak Peluang Sukses

Lalu bagaimana dengki bisa merusak peluang sukses? Berikut beberapa alasan bahwa dengki itu bisa merusak peluang sukses

7 Alasan Mengapa Dengki Bisa Merusak Peluang Sukses

SERAMBI UMMAH.COM - DENGKI (hasad), menurut Imam Al-Ghazali adalah membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu. Banyak akibat buruk yang kita dapatkan dari dengki. Secara ruhiah, dengki akan memakan amal baik kita seperti dijelaskan hadits Rasulullah SAW, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar,” (HR. Abu Daud).

Lalu bagaimana dengki bisa merusak peluang sukses? Berikut beberapa alasan bahwa dengki itu bisa merusak peluang sukses, yaitu:

Pertama
Dari Jabir dan Abu Ayyub Al-Anshari, mereka mengatakan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang muslim di tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya,” (Ahmad, Abu Dawud, Ath-Thabrani).

Kedua
Perasaan dengki mengeluarkan sinyal bahwa nikmat itu sedikit. Buktinya, seorang pendengki membenci kenikmatan yang didapatkan oleh orang lain. Dia ingin nikmat orang lain itu pindah kepada dia, jika tidak, setidaknya nikmat yang diberikan kepada orang yang di dengkinya hilang agar sama dengan dia yang tidak mendapatkan nikmat.
Sungguh ini adalah sebuah pikiran yang mengingkari keberlimpahan rahmat Allah SWT. Saat pikiran kita jauh dari keberlimpahan, artinya kita sudah tidak memiliki kesadaran orang kaya.

Ketiga
Dengki mengundang energi negatif. Energi negatif sifatnya merusak. Merusak energi positif yang diperlukan untuk berpikir dan bertindak. Energi negatif juga merusak bekerja hukum daya tarik/ketertarikan. Dengki seringkali mengarahkan fokus kita kepada kejelekan orang lain.

Keempat
Jika sudah keluar ucapan negatif, maka kita tidak akan pernah bisa mendapatkan manfaat dari orang yang kita dengki. Misalnya Anda sudah mengatakan hal negatif: “Cuma segitu aja bangga!” jelas, setelah Anda mengatakan hal itu, Anda tidak akan bisa mendapatkan manfaat (kerja sama, nasihat, pinjam modal, dsb) dari orang tersebut. Kecuali Anda tidak punya malu.

Kelima
Bisa meruntuhkan kredibilitas pelakunya. Terutama jika sudah diiringi kata-kata jelek seperti hinaan atau fitnahan yang biasa mengikuti dengki. Saat seseorang mengejek keberhasilan orang lain, memang ada orang yang senang (sama-sama pedengki), namun tidak sedikit yang mengatakan “sirik tanda tak mampu.” Artinya kredibilitas pedengki tersebut hancur.

Keenam
Tidak ada perbaikan setelah dengki. Karena kita fokus pada nikmat orang lain, kemudian kita berusaha menghilangkan nikmat tersebut, sibuk menghina dan memfitnah, maka dia melupakan satu hal yang jauh lebih penting. Hal itu adalah memperbaiki diri sendiri. Jika kita mendapatkan keberhasilan lebih sedikit dibanding orang lain, artinya ada kekurangan pada diri kita.

Ketujuh
Membebani diri sendiri. Bayangkan, setiap melihat orang lain yang di dengkinya dengan segala kesuksesannya, mukanya akan menjadi tertekuk, lidahnya mengeluarkan sumpah serapah, bibirnya berat untuk tersenyum, dan yang lebih bahaya hatinya semakin penuh dengan dengki, marah, benci, curiga, kesal, kecewa, resah, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Beban yang sebenarnya tidak perlu kita pikul. Beban ini bisa memakan energi kita. Sehingga, energi yang kita perlukan untuk sukses terkikis habis. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved