Muslim di India, Jumlahnya Hanya 12 Persen Saja, Tapi

Orang Islam di negara Mahatma Gandhi ini hanya berjumlah 12% saja. Tapi pengaruhnya di negara itu lebih kuat daripada komunitas manapun

Muslim di India, Jumlahnya Hanya 12 Persen Saja, Tapi

SERAMBI UMMAH.COM - DI India, Kashmir tetap menjadi perdebatan yang panjang. Wilayah itu masih menjadi rebutan berbagai pihak. Ini tidak lepas dari sejarah India yang menorehkan banyak hal dengan negara lain. Lalu, di mana posisi orang Islam di India?

Orang Islam di negara Mahatma Gandhi ini hanya berjumlah 12% saja. Tapi pengaruhnya di negara itu lebih kuat daripada komunitas manapun di salah satu negara yang berpenduduk paling banyak di dunia ini. Pasalnya, banyak para penguasa yang beragama Islam di India. Kebanyakan mereka adalah pendatang yang berasal dari Barat.

Ini cukup mengherankan juga. Maklum, kita tahu, Islam pertama kali datang dari tanah Arab Saudi, tapi orang Islam yang menyebar di India justru kebanyakan bukan berasal dari negara-negara Arab. Para penyebar Islam di India pada mulanya hanya bekerja sendirian. Mereka melihat India mempunyai potensi yang cukup menjanjikan untuk penyebaran Islam.

Para penyebar ini berdatangan mulai abad ke-11, antara lain berasal dari Turki, Iran, dan Afghanistan. Tapi yang paling terkenal adalah Khwaja Chisti—berasal dari Iran dan mengenalkan aliran sufi. Namun sejarah mencatat, Islam sendiri masuk ke India lebih banyak melalui perjuangan panjang dengan hunusan pedang. Artinya pada waktu itu, orang India dihadapkan pada pilihan antara perang ataukah memeluk Islam. Maklum, para penyebar Islam di negara itu harus menghadapi sekitar 83% penduduk India yang memeluk agama Hindu. Selain itu, orang pun dihadapkan pada persoalan pajak yang sangat tinggi.

Sebenarnya proses pengenalan orang India terhadap Islam bermula pada abad ke-8 ketika orang-orang Arab mulai menaklukkan India Utara dan Pakistan. Setelah orang-orang Arab memulainya, muslim lain dari negara lain pun mengikutinya. Tapi gelombang masuknya orang-orang muslim ke India ini tidak berlanjut dan tidak semua dari mereka militan terhadap Islam sendiri. Malah salah seorang kaisar Moghul, Akbar, sangat liberal dan yang lebih parah ia mendirikan agama baru, Din E Elahi.

Kelakuan Akbar ini sangat kontras dengan putranya yang kemudian memerintah, Aurangazeb yang sangat memegang teguh ajaran Islam. Aurangazeb sangat memperhatikan kesejahteraan kaum muslimin di negeri itu.

Kebanyakan para pemeluk Islam di India berasal dari kelas yang rendah. Selain komunitas muslim ini, ada juga orang-orang Islam yang berasal dari keluarga penguasa namun dari beberapa kerajaan India yang berbeda. Tadinya mereka adalah orang-orang Hindu yang berkasta ksatria. Para penguasa Islam yang berbeda ini banyak mendatangkan para pedagang, pengusaha, dan budak-budak dari berbagai negara seperti Rusia, Afghanistan, Turki, Afrika dan beberapa negara Arab. Orang-orang ini menetap di India dan menikahi orang pribumi kemudian membawanya untuk menjadi pemeluk Islam.

Pada permulaan abad ke-20, beberapa organisasi reformis muslim melibatkan diri dalam pemerintahan di India. Mereka ingin agar ajaran Islam mewarnai negara yang mempunyai bahasa resmi Hindi ini.

India memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 15 Agustus 1947. Tapi tentara Inggris baru benar-beanr meninggalkan India pada tahun 1950. Orang India sendiri anehnya merayakan hari kemedekaannya setiap tanggal 26 Januari. Alasannya, undang-undang India sendiri memang dibentuk pada tanggal itu tahun 1950. Tadinya sebelum India merdeka tahun 1947, negara-negara tetangga India seperti Pakistan, Bangladesh, Myanmar, dan Yaman bagian India-Inggris, dan semua daerah itu dianggap sebagai India. Namun kemudian wilayah-wilayah itu terpecah-belah. India akhirnya benar-benar hanya dikuasai oleh Inggris saja.

Setelah mendapatkan kemerdekaannya, dalam kurun waktu 50 tahun, India muncul sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang pesat di dunia. India menduduki peringkat ketujuh sebagai negara terluas di dunia namun juga menduduki peringkat dua dalam hal populasi penduduknya yang berjumlah lebih dari sekitar 900.543.000.

Perjalanan kemerdekaan India tidak mulus begitu saja. Setelah merdeka India megalami masa-masa sulit yaitu berkonfrontasi dengan Pakistan antara tahun1965 sampai 1971 perihal Kashmir—bahkan berlanjut sampai sekarang. Selain itu juga Bangladesh pun turut serta dalam perselisihan ini. Tahun 1962, India juga mengalami perang dengan China. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved