Mengerjakan Shalat di Atas Kapal

Kedua, apabila tempatnya luas, di mana seseorang mampu berputar-putar sesuai dengan keinginannya, maka ia harus menghadap kiblat

Mengerjakan Shalat di Atas Kapal

SERAMBI UMMAH.COM - ALLAH telah mempermudah segala sesuatu di dunia ini. Termasuk mengenai shalat. Allah telah memerintahkan kewajiban shalat, bahkan ketika kita dalam kondisi perang pun kita harus tetap melaksanakan shalat. Demikian halnya ketika kita berada di sebuah kendaraan, kita harus tetap melaksanakan shalat.

Kali ini kami akan membahas mengenai shalat di kapal. Mengenai shalat di atas kapal ini terdapat dua pendapat. Dimungkinkan bagi seseorang untuk shalat di atas kapal dengan disertai ruku’ dan sujud. Selain itu, ia juga menghadap kiblat, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Umar,

“Aku pernah menyaksikan Rasulullah shalat di atas keledai dengan menghadap ke arah khaibar.” (HR. Abu Dawud).
Sedangkan Jabir pernah berkata,

“Rasulullah pernah mengutusku untuk suatu keperluan. Kemudian aku datang pada saat beliau tengah mengerjakan shalat di atas kendaraannya yang menghadap ke arah Timur, di mana posisi sujud beliau lebih rendah daripada rukunya.” (HR. Abu Dawud)

Kedua, apabila tempatnya luas, di mana seseorang mampu berputar-putar sesuai dengan keinginannya, maka ia harus menghadap kiblat dan mengerjakan shalat di tempat itu, sebagaimana ia mengerjakan shalat di masjid. Juga dimungkinkan bagi seseorang untuk mengerjakan shalat di atas binantang tunggangan seperti keledai, kuda dan unta. Apabila hewan yang dikendarainya itu najis, maka harus diberi alas yang memisahkan dirinya dari tubuh hewan tersebut, agar wudhunya tidak batal. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved