SerambiUmmah/

Menjadi Pasangan yang Menarik

Perlu diingat bahwa ada perbedaan antara keperkasaan jasmani dan kekuatan hubungan badan suami istri,

Menjadi Pasangan yang Menarik

SERAMBI UMMAH.COM - MASING-masing pasangan dalam rumah tangga tentu mendambakan tampak menarik. Menarik memang sesuatu yang relatif, atau berbeda-beda menurut pandangan setiap orang. Namun yang harus dipegang oleh setiap suami maupun istri adalah, kebutuhan jasmani adalah salah satu kebutuhan inti yang harus terpenuhi.

Perlu diingat bahwa ada perbedaan antara keperkasaan jasmani dan kekuatan hubungan badan suami istri, meskipun ada hubungan yang sangat kuat antara keduanya. Secara teori dapat dikatakan, kekuatan hubungan badan suami istri dapat terwujud dengan adanya kekuatan jasmani. Namun dalam beberapa kasus, seorang istri dapat merasakan kepuasan seksual dengan seorang suami yang kurang mempunyai keperkasaan jasmani.

Kendati pun demikian, yang harus dipegang oleh setiap suami ataupun istri adalah, “saham asmara” akan bertambah dengan adanya rasa saling tertarik satu sama lain.

Perhatikan Berat Badan

Berat badan merupakan salah satu unsur penting bagi ketertarikan jasmani. Sebagian besar para suami merasa kurang tertarik dengan tubuh istri yang mempunyai berat badan tidak ideal (gemuk). Begitu pula sang istri.

Sebagaimana diketahui, kebugaran tubuh dan berat badan yang wajar sangat mempengaruhi kesehatan jasmani setiap individu. Oleh karena itu diharapkan kepada setiap suami maupun istri yang dikaruniai badan gemuk untuk selalu berusaha mengurangi berat badannya dan berupaya menjaga kebugaran tubuhnya. Hal itu selain dapat menjaga keromantisan rumah tangga, juga dapat membuat warna hidup lebih cerah dan bahagia.

Mempesona

Sebagaimana kita ketahui bersama, berat badan tidak satu-satunya unsur penting dalam mempererat hubungan cinta antara suami-istri. karena banyak hal lain seperti: pakaian, penataan rambut, tata rias dan kepribadian yang sehat juga merupakan faktor yang sangat penting dalam keharmonisan rumah tangga.

Berikut beberapa riwayat dari para ulama yang dapat kita jadikan pedoman bagi keharmonisan rumah tangga:

Ibnu Abbas berkata, “Aku senang berdandan demi istriku sebagaimana aku ingin dia juga suka berdandan untukku,” Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik.’ (al-Baqarah: 228).

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help