Perempuan Terlindungi, Wanita ini Semakin Mantap Menjadi Muslim

Selama mengerjakan tugas dengan saya, dia selalu menjawab dan jawabannya itu tidak cocok dengan parameter penugasan yang benar

Perempuan Terlindungi, Wanita ini Semakin Mantap Menjadi Muslim

SERAMBI UMMAH.COM - SAYA sangat tertarik kepada Islam karena kontak singkat saya bersama dengan seorang anak muda.

ketika saya masih di Victoria, saya memiliki seorang mahasiswa yang berasal dari Somalia, siswa tersebut diminta untuk melakukan tugas tentang konsumsi, yang kebetulan itu adalah apa yang saya ajarkan.

Selama mengerjakan tugas dengan saya, dia selalu menjawab dan jawabannya itu tidak cocok dengan parameter penugasan yang benar. Jadi saya harus memanggilnya dan berkata “Yah, kau tahu, ini tidak benar-benar menjawab pertanyaan”. Dia malah menjelaskan tentang tukang daging keluarganya, yang benar-benar di luar paradigma pemikiran seluruhnya.

Kemudian setelah itu saya pergi ke Jepang, ketika saya pergi ke Jepang ada banyak siswa Muslim di sana, dan ada pusat Islam, jadi saya hanya mulai membaca buku-buku, terutama mungkin untuk semacam berdebat dengan orang-orang, dan juga karena di kelas saya terdapat siswa Filipina yang Katolik, beberapa siswa Muslim dari berbagai negara. Hal itu membuat sedikit terjadi keretakan di kelas.

Aku tidak tahu apa-apa tentang Islam, dan saya tidak benar-benar tahu banyak tentang Katolik. Aku tidak menyadari bahwa ada pertempuran antara kelompok agama di negara yang berbeda. Dan setelah banyak membaca saya pikir “Ah … Ya … Ini dia!”

Jadi saya memutuskan menjadi menjadi seorang muslim.

Menjadi Seorang Wanita Muslim

Menjadi seorang wanita dalam Islam benar-benar baik. Saya akan mengatakan bahwa saya pasti telah digambarkan sebagai seorang feminis sebelum saya menjadi seorang wanita muslim. Sekarang saya pikir seluruh paradigma tentang feminisme terlalu membatasi bagi perempuan. Jadi saya mengatakan dengan studi lebih, bahwa lebih dari posisi perempuan dalam Islam jauh lebih banyak dan jauh lebih baik daripada feminisme yang benar-benar dibatasi oleh logika modernis.

Saya berpikir bahwa persaudaraan antara wanita dalam Islam merupakan proyek dari feminis bagi wanita. Hubungan antara perempuan dari dasar Islam sangat hangat dan mendukung. Dalam beberapa hal mungkin ini seperti kuno untuk kami, seperti anda memiliki tanggung jawab sebagai seorang muslim dalam situasi tertentu, dan saya merasa bahwa wanita dalam Islam memelihara satu sama lain dan saling mendukung dengan sangat baik, melakukan segala sesuatu yang mereka bisa untuk membantu yang lain, dan jika ada semacam krisis selalu ada seseorang yang dapat membantu anda dalam kelompok para wanita.

Anda tahu, seseorang dapat melakukan segala sesuatu, seperti menjadi perawat, juru ketik, dokter, ada yang bisa melukis. Ada wanita di setiap pekerjaan, dan mereka akan membantu anda. Jadi solidaritas antara perempuan hanya aspek lain dari Islam yang mendukung anda sebagai anggota masyarakat luas, keluarga dan lingkungan di sekitar. Apa yang Islam tentukan, itu adalah cara yang sangat bahagia dan menarik.

Halaman
1234
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved