Ujian Seorang Mualaf Menggenggam Aqidah Islam

Ana berpindah agama dari penganut Kristen yang taat menjadi seorang Muslimah. Bapak dan ibunya yang seorang pendeta

Ujian Seorang Mualaf Menggenggam Aqidah Islam

SERAMBI UMMAH.COM – Ini kisah nyata bukan rekayasa, adapun nama dan alamat sengaja kami samarkan demi keamanan yang bersangkutan. Sebut saja Ana, seorang mualaf yang harus berjuang menggenggam kuat aqidah Islam yang baru saja dia yakini.

Ana berpindah agama dari penganut Kristen yang taat menjadi seorang Muslimah. Bapak dan ibunya yang seorang pendeta tentunya bukan hal mudah setelah kepindahan agamanya.

Saat kisah ini ditulis, Ana baru saja melahirkan anak keempat dari suaminya yang masih menganut agama Kristen (saat ini sedang proses cerai, pen). Ana harus menjalani 2 kali operasi cesar, operasi yang pertama untuk mengeluarkan bayi, operasi yang kedua untuk mengambil tindakan karena terjadi pendarahan dan luka yang serius pada bekas operasi yang pertama.

Suami Ana lepas tangan dari apa yang dialaminya, sedangkan orang tuanya meminta bantuan para pendeta untuk membiaya dua kali operasi Ana dengan total biaya Rp. 33 juta. Operasi pertama Rp.21 juta-an, adapun operasi yang kedua menghabiskan dana kurang lebih 12 juta-an.

Ternyata, ujian yang dialami Ana tidak berhenti sampai disitu, setelah operasi kedua dokter menyatakan bahwa Ana positif terkena kanker leher rahim stadium 2.

Perjalanan Ana untuk menemukan jati diri berawal ketika dia mempunyai niatan kuat untuk menjadi seorang Muslimah.

“Saya mempelajari Islam karena mulianya ajaran Islam, maka sayapun memutuskan untuk menjadi seorang Muslim,” Ana memulai kisahnya.

“Pertentangan keluarga pastinya ada, keluarga dan ibu saya yang saya cintai itupun mencampakkan saya, suamipun begitu juga. Pernah suatu ketika saya ketika shalat di rumah, saya dihajar suami saya namun saya hanya diam saja, saya pasrah hanya kepada Allah.”

Hingga suatu saat, ketika Ana sedang sujud dia ditusuk dari belakang oleh suaminya. Pun demikian Ana masih sabar, siksaan demi siksaan dia terima.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup Ana dan anak-anaknya, di pagi hari Ana menjadi buruh cuci pakaian, siang hari menjadi guru privat bahasa Inggris dan sore hari hingga malam saya kerja menjadi buruh kupas bawang.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved