Ketika Buah Masak Pohon

Maka berdasarkan perintah dan janji Allah ini, di sekitar kita sesungguhnya terbuka sebuah peluang yang sangat besar

Ketika Buah Masak Pohon

SERAMBI UMMAH.COM - DALAM Al-Qur’an ada perintah specifik untuk memperhatikan proses kematangan buah di pohon (QS 6:99). Yang tidak berhenti memikirkan hal-hal seperti ini (juga semua ciptaan Allah di langit dan di bumi) adalah para ahli yang menguasai inti dari segala persoalan atau ulil albab (QS 3:190), dan kepadanya dijanjikan hikmah atau kebaikan yang sangat banyak (QS 2:269).

Maka berdasarkan perintah dan janji Allah ini, di sekitar kita sesungguhnya terbuka sebuah peluang yang sangat besar – dari hal yang nampak sepele oleh kebanyakan orang – yaitu untuk menjadi ahli kematangan buah!

Mengapa buah-buah impor yang ada di toko-toko buah bergengsi , super market besar dan lain sebagainya nampak begitu menarik – ya karena proses pematangannya ditangani dengan baik. Sebaliknya buah-buah local kita sering kalah dalam penampilan – karena belum adanya sentuhan teknologi dalam proses penanganan pasca panennya.

Dan inilah yang terjadi di pasar buah di seluruh dunia, mereka berusaha tampil sebaik mungkin – karena tampilan ini yang menjadi daya tarik pertama orang untuk membeli buah. Buah yang rasanya pas-pasan-pun bisa mengalahkan buah yang jauh lebih enak hanya karena faktor tampilan.

Karena alasan ini pula membuat industri buah dunia bersaing dalam pengembangan berbagai teknologi untuk penanganan pasca panen buah. Kalau kita bisa unggul dalam perlombaan teknologi ini, maka buah-buahan dari negeri inipun insyaAllah bisa mengusai pasar kita sendiri setidaknya, atau bahkan juga harus bisa bersaing di pasar global.

Bagaimana kita bisa membangun keunggulan dalam proses pasca panen buah ini ? Jalannya sudah ditunjukkan olehNya, yaitu mulai dari memperhatikan bagaimana buah itu menjadi masak di pohonnya.

?"Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS al–An’am [6]:99)

Dari penggalan ayat ini saja ternyata ilmu pengetahuan manusia tidak habis-habis-nya meng-eksplorasi apa yang sesungguhnya terjadi ketika buah itu masak. Setidaknya ada minimal 12 hal yang sudah diketahui ilmu manusia sejauh ini, entah berapa hal lainnya yang belum diketahui. Di antara yang sudah diketahui itu adalah sebagai berikut :

• Bersamaan dengan matangnya buah, biji buah menjadi tua dan siap untuk ditanam kembali. Ketika buah masih muda, bijinya tidak bisa ditanam kembali.
• Terjadi perbagai perubahan warna, warna hijau dari chlorophyll perlahan menghilang, muncul warna kuning, orange sampai merah dari carotenoids, dan bahkan pada buah tertentu bisa muncul warna biru dari anthocyanin.
• Buah mengalami proses abscission seperti tangkai buah yang melemah dan kemudian buah bisa jatuh dengan sendirinya.
• Perubahan tingkat pernafasan pada buah untuk memberikan energi pada proses perubahan lainnya.
• Daging buah menjadi empuk dan mengeluarkan aroma menarik yang digerakkan oleh produksi ethylene yang meningkat.
• Perubahan permiabilitas jaringan pada buah.
• Perubahan pada dinding cell buah.
• Perubahan komposisi karbohidrat, yang semula banyak pati berubah menjadi banyak gula.
• Perubahan kandungan protein dari sisi kwantitas maupun kwalitas, pembentukan enzyme-enzym baru, dan perubahan DNA menjadi RNA.
• Perubahan rasa, dari asem atau sepet menjadi manis.
• Munculnya lapisan lilin di kulit buah pada umumnya.
• Perubahan secara absolut maupun relatif pada kandungan asam-asam organik dalam buah.

Dari tahu sebagian perubahan yang terjadi ketika buah masak saja, para praktisi buah kemudian menerapkan gas ethylene atau karbit untuk mematangkan buah. Para ahli di barat bahkan sudah menggunakan teknologi genetic modification (GM) untuk mengkutak-katik proses pematangan buah – yang ini saya kurang setuju karena bisa muncul dampak resiko yang kita belum ketahui.

Halaman
12
Tags
buah lokal
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved