Kelompok Kristiani Prediksi Kiamat 28 September

ohn Hagee, seorang pastor Gereja Cornerstone di San Antonio, Texas, mengambil ide Blitz dan menulis buku Four Blood Moon.

Kelompok Kristiani Prediksi Kiamat 28 September

SERAMBI UMMAH.COM - Pernah mendengar fenomena Blood Moon? Ini adalah varian dari gerhana bulan, dimana karena gerhana bulan total, bulan tampak berwarna kemerahan.

Kebetulan, dalam setahun belakangan ini, sejak tahun lalu, diprediksi gerhana bulan total akan terjadi selama 4 kali berturut-turut tanpa adanya gerhana bulan separuh di tengah-tengah.

Fenomena ini sendiri disebut lunar tetrad. Dalam lingkungan astronomi sendiri, istilah ‘Blood Moon’ tidak terlalu terdengar. Istilah ini ramai diperbincangkan setelah pastor dengan pengikut yang cukup banyak di Amerika Serikat, John Hagee dan Max Blitz, menggunakan istilah ini untuk memprediksi akhir dunia.

Max Blitz membuat prediksi pada 2008 tentang turunnya Yesus ke bumi akan terjadi pada musim gugur 2015. John Hagee, seorang pastor Gereja Cornerstone di San Antonio, Texas, mengambil ide Blitz dan menulis buku Four Blood Moon.

Di buku yang menjadi best seller pada April 2014 tersebut (karena pada saat itu blood moon pertama muncul), Hagee berpegang pada Kitab Yoel, salah satu kitab dari 12 kitab nabi pada Perjanjian Lama Alkitab, dimana salah satu ayatnya berbunyi, “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu.” (Yoel 2:31).

Hagee juga berpegang pada Kitab Kisah Para Rasul di Perjanjian Baru untuk menjelaskan prediksinya, dimana menurut Hagee, sebuah meteor besar akan menabrak bumi dan kiamat akan terjadi. Manusia akan punah macam dinosaurus.

Lunar tetrad terakhir akan terjadi pada 28 September mendatang. Namun menurut NASA, tidak akan terjadi apa-apa pada tanggal itu kecuali blood moon yang cantik.

Meski Hagee bertindak tanpa dasar kuat dan tidak ilmiah, tapi karena hal tersebut ramai dibicarakan orang, NASA sampai merasa perlu merespon.

“Kami tidak mengetahui adanya asteroid atau meteor besar yang akan mendekati bumi,” ujar juru bicara NASA seperti dikutip onlislam dari Yahoo News.

“Bahkan menurut prediksi kami, tidak ada benda raksasa apapun yang akan mendekati bumi dalam beberapa ratus tahun mendatang.”

NASA memiliki caranya tersendiri untuk melihat ada tidaknya benda asing yang mendekati bumi. Mereka memiliki sistem sensor bersama Sentry, dimana jika sebuah benda asing diprediksi akan bertubrukan dengan bumi, sensor akan berbunyi. Asteroid paling dekat dengan bumi tahun ini adalah 2007 VE191, yang akan lewat pada 27 November mendatang. Itupun jaraknya 75 juta km dari bumi.

Berbeda dengan Islam, umatnya diwajibkan mengimani hari akhir (kiamat, red) dan menyiapkan amalan terbaik sebelum datangnya hari akhir. Sementara kapan datangnya kiamat adalah hak Allah SubhahauWata’ala. (hdc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved