SerambiUmmah/

3 Hikmah Makan Bersama

Karena kelezatan makanan terpancar bukan hanya dari racikan menu, tapi juga pada hangatnya suasana.

3 Hikmah Makan Bersama
net

SERAMBI UMMAH.COM - ALHAMDULILLAH, sehari jelang puasa Arafah, kami sempatkan makan siang bersama dengan pengelola KSU BMT El Fadhilah. Menu sederhana, tapi spesial. Karena kelezatan makanan terpancar bukan hanya dari racikan menu, tapi juga pada hangatnya suasana. Ada beberapa hikmah makan bersama.

Pertama, Tradisi Keluarga
Makan bersama adalah tradisi dalam sebuah keluarga. Sarapan pagi dan makan sore adalah momen untuk meneguhkan posisi sebagai bagian dari sebuah keluarga. Istri menyiapkan, ayah memimpin doa dan anak-anak menikmati dengan lahap. Ingin membangun keluarga yang harmonis, biasakan untuk makan bersama di rumah. Sederhana kan?

Tradisi ini bisa diekspor pada sekup yang lebih besar. Makan bersama dengan pengurus organisasi, dengan sesama rekan kerja maupun dengan anggota komunitas adalah wujud tekad untuk membangun hubungan kekeluargaan, dan bukan sekadar relasi kerja semata.

Kedua, Tanda Persahabatan
Mengundang orang untuk makan bersama adalah wujud kedekatan. Mau datang memenuhi undangan dan menikmati makanan yang dihidangkan adalah bentuk persahabatan. Karena orang yang bermusuhan tidak mungkin mau duduk bersama sambil menikmati sajian dalam satu majelis.
Laporkan iklan?

Saat Nabi Ibrahim menerima tamu (yang ternyata adalah malaikat), beliau bersegera menyuguhkan makanan yang terbaik. Saat kedua tamu asingnya tidak menyentuh makanan, Nabi Ibrahim dilanda khawatir. Mengapa demikian? Karena biasanya, tidak mau makan adalah wujud kemarahan dan permusuhan. Sedang menikmati hidangan adalah wujud persahabatan dan kedamaian.

Ketiga, Wujud Kesyukuran
Ada banyak bentuk kesyukuran. Mulai dr memuji Dzat Yang Maha Pemberi nikmat, memperlihatkan nikmat yang diterima sampai dengan berbagi kepada orang lain atas nikmat yang kita terima. Dengan demikian, kita bs melipatgandakan nikmat yang diterima. Karena sedekah adalah pemancing nikmat.

Karena itu wajar jika ada banyak tradisi makan bersama di tengah masyarakat kita. Mulai dari selamatan kelahiran, membangun rumah sampai sekedar membeli motor. Sebagai wujud kesyukuran atas karunia nikmat, mereka mengundang tetangga, berdoa dipimpin pak kyai lalu dilanjuntukan dengan makan bersama.

Khatimah
Makan bersama dengan rekan sejawat tidak harus menunggu momen buka puasa, ulang tahun maupun rapat. Semakin sering makan bersama, semakin hati mudah terpaut, semakin solid organisasi, semakin cair suasana, semakin banyak keberkahan.

Selamat menunaikan puasa Arafah 1436 H. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help