Berhaji Sambil Studi di Inggris

Yang menariknya adalah jamaah Indonesia asal Inggris ini kebanyakannya adalah mahasiswa S2 atau S3 di Inggris.

Berhaji Sambil Studi di Inggris

SERAMBI UMMAH.COM - TAHUN ini tahun kelima saya menyaksikan dan menghitung-hitung jamaah haji asal Indonesia dari Inggris. Kali ini saya berdecak kagum karena jumlahnya makin banyak dari tahun ke tahun. Satu kelompok haji gabungan kota Newcastle, Durham, Manchester misalnya, tahun ini menerbangkan 28 jamaah haji asal Indonesia belum lagi dari kota-kota lainnya. Menurut salah satu pengurus pengajian di KBRI London ada sekitar 40 jamaah haji asal Indonesia yang berangkat dari Inggris tahun ini naik naik dari 30 orang pada tahun 2014 yang lalu.

Yang menariknya adalah jamaah Indonesia asal Inggris ini kebanyakannya adalah mahasiswa S2 atau S3 di Inggris. “Sambil menyelam minum air” begitu kira-kira pepatah mengatakan yang cocok untuk melukiskan kelihaian teman-teman mahasiswa yang bisa pergi haji ataupun umrah semasa mereka studi di Inggris.

Membongkar tabungan dan menyisihkan sebagian uang beasiswa adalah suatu hal luar biasa apalagi kalau studinya bisa selesai tepat waktu. Suatu model perencanaan keuangan yang harus ditauladani.

Pertama kali menginjakkan kaki ke negara Ratu Elizabeth ini saya diminta memberikan tausiyah singkat tentang haji di pengajian lokaliti di Birmingham. Lumayan semangat para hadirin yang mendengarkan pengalaman haji saya pada tahun 2010 setahun sebelum saya hijrah untuk menuntut ilmu di Inggris. Saat itu saya berangkat dengan suami bersama rombongan haji Tazkia Travel dari Jakarta.

Tentu saja banyak yang bersemangat untuk hadir di acara bagi pengalaman berhaji ini untuk mencari tahu bagaimana persiapan haji sejak dini. Keinginan untuk menunaikan berhaji makin tinggi ketika teman-teman yang studi di Inggris tahu kalau kuota haji di Inggris banyak tidak terisi karena kurangnya penduduk Muslim yang antusias atau cukup mampu untuk pergi haji di negara itu.

Jika di Indonesia, kita tahu sendiri bagaimana nasib calon jamaah haji yang harus sabar menanti belasan tahun untuk mendapat giliran. Belum lagi masalah yang harus dihadapi ketika giliran tiba tetapi terpaksa tidak bisa pergi dengan suami/istri atau anggota keluarga yang muhrim dikarenakan sistem nomor antri yang kadang diacak atau alasan lainnya.

Berhaji dari Inggris

Masalah seputar haji di Inggris semua hampir bisa diatasi antara lain kuota, biaya dan waktu berhaji. Dari segi kuota haji, negara kaya di Eropa darat ini diberikan 25 ribu kuota oleh kerajaan Saudi Arabia setiap tahunnya (yaitu 1% dari jumlah penduduk Muslim di Inggris) yang hanya terisi nyaris separoh. Dari hal biaya haji berkisar antara £3,000-5,000 atau sekitar Rp.60-100 juta per orang untuk durasi 2-4minggu. Sedangkan umrah biayanya mulai dari £800 per orang dengan durasi yang sama. Untuk kepergian haji tanggal 1 Zulhijjah calon jamaah hanya perlu mendaftarkan diri tiga bulan sebelumnya, mengirim paspor sebulan sebelumnya dan biasanya visa keluar seminggu sebelum keberangkatan. Visa haji atau umrah dapat diperoleh jika calon jamaah memiliki izin tinggal minimal 1 tahun di Inggris dan visa masih berlaku ketika pulang kembali ke Inggris. Tentu saja pengurusan haji harus melaui biro resmi di Inggris yang dapat dicek di website ATOL (Air Travel Organisers’ Licensing).

Pelayanan haji tidak gembar gembor seperti di Indonesia, manasik haji biasanya hanya berisi ceramah tanpa diiringi praktek latihan haji. Calon jamaah dibekali CD atau alamat website untuk belajar sendiri. Tidak ada miniatur kabah yang sering dijumpai di lapangan masjid-masjid. Para jamaah haji pun tidak dibekali seragam, koper dan pita warna-warni. Nyaris kita tidak tahu kalau satu pesawat dengan calon haji. Terkadang kita tahu teman kita di kota lain akan pergi haji sehari sebelum mereka berangkat itupun melalui status di sosial media seperti Facebook atau Twitter karena tidak ada acara Walimatus Safar atau acara resmi pelepasan haji. Suntik menengitis tidak perlu dibuat rombongan atau antri karena dapat dilakukan di klinik biasa dekat rumah.

Perjalanan dari bandara Heathrow di London atau bandara Manchester di Manchester, dua kota besar yang menjadi kantong kepergiaan haji di negara ini memakan waktu sekitar 6.5 jam non-stop atau sekitar 8 jam jika transit di Istanbul. Pelayanan selama haji tentu juga berbeda karena panitia tidak akan menyiapkan makanan khas Indonesia, tidak ada juga ceramah setiap hari selama masa haji. Ketika bermalam di Mina atau wukuf di Arafah, para jamaah tidak bertendakan dengan ciri khas bendera Indonesia. Memang tampil beda karena jamaah haji sebenarnya berasal dari Indonesia tapi berangkat dari Inggris, namun pengalaman ini akan berkesan seumur hidup.

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved