SerambiUmmah/

Yaghi Ingin Pulang ke Gaza

Yaghi bukannya tinggal diam. Dia berusaha mengunjungi keluarganya lewat Yordania, tapi gagal.

Yaghi Ingin Pulang ke Gaza

SERAMBI UMMAH.COM - RAWAN Yaghi namanya. Gadis berusia 22 tahun meninggalkan Palestina pada tahun 2013 menuju Inggris demi pendidikan yang lebih baik.

Yaghi mengenang kali pertama dirinya mendapat beasiswa untuk bersekolah di Oxford University, yang dianggap salah satu universitas terbaik di dunia versi Times Higher Education. Saat itu, dirinya masih menjadi mahasiswi Islamic University of Gaza.

“Aku tidak percaya. Aku sangat bahagia. Kubaca berulang-ulang surat pernyataan diterima tersebut. Kupikir aku salah baca,” ujarnya pada aa.com.tr.

Yaghi kini di tahun ketiga sekaligus terakhir sebagai mahasiswi. Sebentar lagi dia akan mendapatkan gelar sarjana bahasa Italia. Orangtua Yaghi tentunya juga sangat bangga dengannya, walau di satu sisi mereka juga khawatir.

“Orangtuaku sampai menangis karena khawatir padaku yang pergi untuk waktu yang lama. Terutama dengan kondisi perbatasan seperti sekarang, kau tidak pernah tahu kapan keluar-masuk,” ujarnya lagi.

Yaghi mengatakan bahwa dirinya sudah lama tidak melihat kampung halamanya.

“Aku tidak pernah pulang sejak tinggal di sini. Aku mau pulang musim panas 2014 lalu, tapi kemudian ada serangan ke Gaza,” kenangnya akan serangan penjajah Israel ke jalur Gaza pada Juli 2014.

Berkat serangan tersebut, lebih dari 2000 orang Palestina meninggal dunia. Kebanyakan penduduk sipil.

“Keluargaku baik-baik saja, tapi banyak temanku yang kehilangan anggota keluarganya, yang kehilangan rumahnya. Kurasa semua orang di Gaza terluka secara psikologis,” kata Yaghi.

Yaghi bukannya tinggal diam. Dia berusaha mengunjungi keluarganya lewat Yordania, tapi gagal.

Halaman
12
Tags
warga gaza
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help