Dua Mata Koin Kehidupan

Dan sangat dibanggakan lagi jika kebaikan itu bukan saja dilakukan hanya satu, atau dua saja. Tapi banyak yang melakukannya.

Dua Mata Koin Kehidupan

SERAMBI UMMAH - JIKA mau mengukur hidup, sekarang kita tinggal diakhir zaman. Antara kebaikan dan keburukan, bagi orang yang tak memiliki bekal ilmu agama yang cukup, entah dimana akan membedakannya. Adanya kebaikan yang timbul ditengah keburukan yang mendominasi, seakan melihat segarnya air ditengah padang pasir yang gersang dan luas. Sangat indah dilihat dan terasa sejuk dihati.

Dan sangat dibanggakan lagi jika kebaikan itu bukan saja dilakukan hanya satu, atau dua saja. Tapi banyak yang melakukannya. Dan yang saya harapkan ini pernah muncul didepan saya. Namun hanya seorang saja. Memang banyak orang yang melihat kebaikan semacam ini. Tapi bagi saya perkara ini menjadi hal yang patut dipuji.

Suatu hari saya pergi kesebuah warung makan di Lampung Timur. Setelah saya memesan makanan, lewat seseorang menuju pintu keluar. Belum sempat orang itu melangkah lebih jauh, suara keras tiba-tiba muncul dari samping saya.

“Pak, ada yang ketinggalan!”, seru orang yang persis disampingku dengan mengangkat barang yang tertinggal dimeja makan orang tersebut.

Tak lama orang yang hampir menjauhi daun pintu rumah makan itu langsung berbalik arah, mengambil barang yang dirasa ketinggalan.

Kisah diatas mungkin jarang sekali kita dapatkan. Tapi bisa jadi ada beberapa orang yang sempat menemukan kejadian diatas berkali-kali. Namun dibandingkan kejadian buruk yang banyak orang tak menginginkannya, justru mungkin sering banyak menemukan hal negatif, baik langsung ia saksikan sendiri atau dengar dari kisah orang lain. Seperti kisah berikut ini.

Setelah membeli sesuatu dari tanjung karang, saya menaiki bus Trans Lampung menuju Rajabasa, Bandar Lampung. Saat itu penumpang lumayan ramai. Meski banyak penumpang ada beberapa tempat duduk yang kosong. Penumpang sebelah kiri saya banyak dari kaum hawa yang sebagiannya sudah tua. Dan penumpang sebelah kanan saya seorang laki-laki yang pas berhadapan duduknya dengan laki-laki paruh baya.

Kondektur dari arah depan mulai mengumpulkan uang dari para penumpang satu persatu. Setelah itu ia kembali kedepan disamping sopir. Sebelum kembali, uang kondektur tersebut jatuh pas didepan bapak-bapak tua yang tak jauh dari tempat duduk saya. Sempat ibu disamping saya memanggil si kondektur. Sudah beberapa kali tapi tidak bereaksi.

Akhirnya ia biarkan kondektur menuju kesamping sopir. Dengan berlagak sok cuek dan sok lucu dari sekelilingnya yang memperhatikan, bapak tua itu menginjak uang sebesar 20 ribu tadi. Setelah itu ia tarik kebawah tempat duduknya. Tak lama kemudian diambil dan dimasukkan kesakunya.

Saya dan beberapa ibu disamping saya menyaksikan adegan aneh yang dilakukan si tua itu dengan senyum-senyum pahit. “Malah diambil uangnya sama bapak itu”. Komentar ibu yang berada disamping saya.

Saya pun menyayangkan apa yang sudah diperbuat sama bapak tua itu. Dalam hati saya mengatakan, sudah tua seharusnya makin banyak meningkatkan ibadah. Eh, ini malah dengan PD-nya mengambil uang orang lain. Tidak punya malu sama orang yang ada disekelilingnya. Didepan orang saja tak malu melakukan hal buruk, apalagi jika dibelakang orang. Waallahu’alam.

Dari dua kisah diatas, kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa kehidupan itu seperti dua mata koin yang bertentangan, koin yang satu terdiri dari orang-orang yang jujur dan senantiasa berbuat kebaikan pada orang lain sementara koin yang lainnya terdiri dari orang-orang yang tidak jujur dan senantiasa melakukan kemaksiatan baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Apapun koin kehidupan yang dimau, tergantung dari pilihan kita masing-masing, mau baik ataukah buruk?

Semoga kita diberi kemampuan untuk menjauhi segala keburukan dan dimudahkan melakukan segala kebaikan.

“Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya.” (ipc)

Tags
koin islam
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved