SerambiUmmah/

Inilah Unit Khusus Sniper Mujahidah Suriah

jika tentara reguler biasanya bergerak secara peregu atau dengan rombongan besar, maka sniper bergerak sendiri-sendiri

Inilah Unit Khusus Sniper Mujahidah Suriah

SERAMBI UMMAH.COM – One Shot One Killed. Selalu bergerak di bawah bayang-bayang, senyap, dan mematikan. Inilah sniper. Seorang sniper atau penembak tepat harus memiliki klasifikasi yang lebih tinggi dibanding prajurit rata-rata. Dalam model pertempuran modern, seorang sniper biasanya didampingi seorang asisten yang bertugas menghitung jarak target, arah angin, kelembaban udara, dan hal-hal lain yang tentu saja terkait dengan tingkat akurasi tembakan ke arah target yang jauhnya bisa mencapai 2.500 meter!

Ciri lainnya, jika tentara reguler biasanya bergerak secara peregu atau dengan rombongan besar, maka sniper bergerak sendiri-sendiri atau berdua dengan asisten. Target seorang sniper juga berbeda dengan pasukan reguler. Target sniper yang paling utama adalah melumpuhkan sniper lawan, taret kedua adalah komandan pasukan atau orang-orang penting yang berada di dalam pasukan, dan yang ketiga biasanya tentara yang membawa senjata sembur seperti mitraliyur atau petugas komunikasi. Yang terakhir ini seorang sniper biasaya memilih satu titik dimana dengan satu tembakan mampu merusak alat komunikasi yang biasanya dibawa di punggung sekaligus mematikan sang pembawanya.

Tak jarang, untuk membuyarkan konsentrasi pasukan atau untuk menimbulkan kepanikan atau korban yang lebih banyak, seorang sniper juga mentargetkan menembak benda-benda yang jika ditembak akan meledak, seperti tanki bensin kendaraan musuh, granat yang tengah digantungkan di tubuh personel musuh, atau pun rotor helikopter jika yang digunakan adalah senjata sniper anti material seperti halnya Barret.

Dalam medan jihad Suriah dan juga Irak melawan rezim syiah yang menindas dan membunuhi rakyatnya sendiri, para mujahidin memiliki unit-unit khusus yang didalamnya terdapat orang-orang pilihan. Salah satu unit khusus itu adalah satuan sniper mujahidah.

Guevara, a Syrian Palestinian woman married to an Al Wa'ad battalion commander, is pictured in AleppoSalah satu sniper Mujahidin perempuan Suriah dikenal dengan nama sandi “Guevara” dan Ummu Jafar. Nama Guevara ini mengingatkan kita pada tokoh revolusioner Kuba, sahabat Fidel Castro, dr. Che Guevara.

“Guevara”, mujahidin perempuan dari kota Aleppo berusia 36 tahun ini, merupakan mantan guru bahasa Inggris. Dia bergabung dengan para mujahidin setelah dua nakanya yang baru berusia 10 dan tujuh tahun syahid dibunuh tentara syiah rezim Bashar al Asad. Rumahnya sendiri hancur digempur jet tempur tentara syiah. Tidak ada jalan lain kecuali keinginan untuk bergabung dengan kedua anaknya yang telah terlebih dahulu syahid, tentunya dengan jalan mulia, jalan para nabi dan orang-orang yang mencintai agama Allah swt: Jihad fi sabilillah.

“Guevara” sesungguhnya berasal dari Palestina. Dia pernah menjalani latihan militer yang digelar HAMAS di Lebanon. Dia bahkan tergabung dengan partai bawah tanah Palestina untuk menggulingkan Presiden Syiah Bashar al-Assad.

Pernikahannya dengan suaminya yang pertama gagal karena dia menganggap lelaki itu tidak memiliki jiwa seorang mujahidin. Sekarang dia juga mengancam meninggalkan suaminya yang baru, seorang komandan brigade tempur Mujahidin, jika dirinya dilarang ikut terjun ke dalam pertempuran.

Guevara berkata jika dia ingin sekali membunuh para tentara Syiah Suriah sebanyak-banyaknya. “Saya suka berperang. Ketika saya melihat teman saya di Katiba (salah satu divisi Mujahidin) syahid, saya ingin mengambil senjata dan membalaskan dendam,” kata Guevara

teenPosnya adalah di berbagai gedung yang telah kosong di Aleppo. Dengan senapan di tangan dan mata setajam elang, Guevara membidik calon korbannya.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help