SerambiUmmah/

Simposium Nasional Produk Halal Indonesia Lahirkan Konsorsium Peduli Halal

Tujuan Simposium ini untuk membentuk Konsorsium Peduli Halal, yang selanjutnya diaplikasikan dengan kerja nyata

Simposium Nasional Produk Halal Indonesia Lahirkan Konsorsium Peduli Halal

SERAMBI UMMAH.COM – Bertempat di gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya Malang, Sabtu, (10/10/2015). Halal Thoyyib Science Center Universitas Brawijaya menyelenggarakan Simposium Nasional Produk Halal Indonesia.

Acara yang dihadiri praktisi dan utusan dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia itu mengangkat tema “Menuju Indonesia Sebagai Kiblat Halal Dunia.”

Prof. Sukoso Ph.D selaku ketua pelaksana mengatakan gerakan halal ini merupakan aksi kongkrit dari diskusi-diskusi mengenai produk halal. Dan untuk mengingatkan kepada semua pihak pentingnya pangan halal dan thoyyib.

“Tujuan Simposium ini untuk membentuk Konsorsium Peduli Halal, yang selanjutnya diaplikasikan dengan kerja nyata,” ujarnya kepada hidayatullah.com

Diantara kerja yang dimaksud, lanjut Prof. Sukoso adalah mencermati undang-undang jaminan produk halal. Juga untuk memberikan referensi pentingnya halal bagi pangan dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah, tadi dari ITS menyampaikan tentang infastruktur halal, ITB merekomendasikan soal kurikulum halal dalam perkuliahan. IPB yang menggagas pembuatan halal center,” ujarnya.

“Itu semua merupakan bagian dari upaya kita semua,” tambahnya.

Ditanya mengenai tema yang diusung, Prof. Sukoso menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar sudah seharusnya mampu menjadi kiblat halal dunia.

“Tapi pertanyaannya siapa yang mau mengusung itu?” imbuhnya.

“Kita yang di perguruan tinggi bawalah kesana, sehingga kita bisa merefleksikan umat yang besar ini, insya Allah prakteknya akan menuju kesana,” tambah Prof. Sukoso.

Lulusan Universitas Kagosima, Jepang ini berharap nantinya hasil dari kerja konsorsium akan disodorkan dan bisa menjadi pertimbangan para pengambil kebijakan.

“Harapannya bisa lebih membantu, walaupun masih banyak yang perlu dibenahi,” pungkasnya.

Acara yang juga didukung oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dihadiri oleh Prof. Din Syamsudin, Prof. Anton Aproyantono sebagai pembicara. (hdc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help