SerambiUmmah/

Kekuatan sebuah pelukan: Demonstran anti-Islam kunjungi Masjid

Demonstran itu kaget mendapat perlakuan seperti itu. Muslimah tersebut kemudian membawanya ke sebuah masjid,

SERAMBI UMMAH.COM – Seorang demonstran wanita anti Islam yang berunjuk rasa di dekat sebuah masjid di Ohio, AS, menghentikan aksinya setelah seorang Muslimah mendatanginya dan berkata: “Bolehkah saya memeluk Anda?”

Sebagaimana yang dilansir oleh Al Bawaba, Ahad (18/12/2015), dikutip dari RT, Muslimah yang diidentifikasi bernama Cynthia Eugenia kemudian memeluk demonstran itu dengan hangat.

Demonstran itu kaget mendapat perlakuan seperti itu. Muslimah tersebut kemudian membawanya ke sebuah masjid, di mana mereka disambut dengan dengan hangat oleh Muslim yang ada masjid.

“Saya terkejut melihat hanya ada satu pengunjuk rasa karena ini akan menjadi protes nasional yang besar,” lanjut Cynthia Eugenia.

“Saya merasa tubuhnya agak santai (setelah dipeluk), dan saya memintanya untuk masuk ke dalam (masjid) dengan saya. Dia benar-benar takut!” lanjut Cynthia.

“Saya bertanya apakah saya terlihat menakutkan baginya. Dia mengatakan: tidak. Saya berjanji, saya akan mendampinginya sepanjang waktu,” sambung Cynthia.

Demonstran wanita, yang diidentifikasi oleh media memiliki nama depan Annie dari Lancanter, membawa spanduk yang bertuliskan: ‘Aku benci Islam’, ‘Kau teroris’, ‘Kau pembunuh’, ‘Kau setan’.

Annie tidak menyangka jika Muslim yang dia demo membalas dengan sikap ramah. Dia mengaku bahwa ia semula berpikir tidak ada Muslim yang baik. Tapi, setelah menghabiskan dua jam bersama Cynthia di masjid dia berpikir ulang.

Annie tiba di Columbus Noor Islamic Cultural Center. Dia ikut serta dalam demo bertajuk “Anti-Islam Global Rally for Humanity”. Demo itu menargetkan sejumlah masjid di AS.

Cynthia Eugenia kemudian menjelaskan kepada pengunjuk rasa ini tentang sisi Islamophobia bahwa ia mengalaminya sendiri bagaimana orang menyerangnya beberapa kali di tempat parkir, pusat perbelanjaan dan di toko kelontong.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help