SerambiUmmah/

Duhai Pecundang, Beranilah Bertarung Melawan Masalah!

Bukankah dengan adanya masalah, kita jadi tahu seberapa tangguhnya pribadi kita dalam menjawab tantangan kehidupan?

Duhai Pecundang, Beranilah Bertarung Melawan Masalah!

SERAMBI UMMAH.COM - ALLAH Subahanahu wa ta’ala tidak akan mungkin menakdirkan seorang manusia menjadi pecundang. Sebab ujian diberikan justru upaya pembuktian bahwa manusia itu petarung yang berani melawan masalah serta membuktikan diri sebagai pemenang.

Hidup tanpa masalah itu membosankan. Bukankah dengan adanya masalah, kita jadi tahu seberapa tangguhnya pribadi kita dalam menjawab tantangan kehidupan? Oleh sebab itu, saat masalah datang lawanlah jangan melarikan diri dan menjadi seorang pecundang.

Hanya seorang pelari yang diakui kehebatan berlarinya [*], sedangkan bagi seseorang yang melarikan diri dari pertempuran mengatasi masalah, hanyalah buronan kenyataan, bahwa “Sejauh apa pun kita melarikan diri dari permasalahan, selama masalah itu belum dikeluarkan dari hati dan pikiran, maka ia akan menjadi racun sesal yang menikam laksana pedang.”

Akuilah dengan jujur, darimana kita menyakini adanya kebahagiaan? Dari masalah yang mampu kita selesaikan. Darimana kita meyakini adanya kesuksesan? Dari kesanggupan kita melawan kegagalan. Semakin gigih dirimu melawan, masalah akan semakin menjauhimu. Semakin ciut nyalimu melawan, masalah akan semakin banyak yang datang.

Ini tentang memahamkan satu pelajaran penting, “Masalah ialah cinta yang diberikan Allah Subahanahu wa ta’ala kepada sesiapa saja yang dirasa pantas mendapatkannya.” Jangankan Dia, sedangkan kita sendiri mesti melakukan pengujian kepada seseorang yang menyukai kita sebelum akhirnya memutuskan kepantasan seseorang itu mendapatkan cinta kita.

Jadi, Allah Subahanahu wa ta’ala menyengaja memberi masalah sebab Dia yakin kita layak diberi kepercayaan untuk diamanahi cinta-Nya. Bersyukurlah Allah Subahanahu wa ta’ala masih menaruh perhatian besar kepada kita lewat permasalahan yang dihadirkan. Dengan begitu semakin besar pula kasih sayang-Nya untuk mengarahkanmu menjadi hamba terbaik untuk masa mendatang.

Cinta Allah Suhanahu wa ta’ala bisa mewujud pada saat kita mampu mengatasi masalah, yaitu berupa kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian dan kemuliaan. Saat kita dipersunting bahagia setelah mampu menghalau derita, niscaya syukur akan begitu sempurna. Dengan syukur yang sempurna, sejahteralah batin kita dalam menguatkan risalah doa. Pada saat risalah doa terkuatkan atas karunia-Nya akan melahirkan kedamaian dalam dada. Setelah kedamaian penuhi dada, Insya Allah kemuliaan mewujud dalam jiwa dan raga yang tak akan mampu dihadang karena pribadi kita setangguh gelombang. Mampu menjadikan pepasir setelah menghempas terjalnya batu karang.

Duhai pecundang, beranilah bertarung melawan masalah! Jawablah tantangan yang diberikan Allah dengan gagah berani, sebagai bukti dirimu memang mencintai-Nya dengan sepenuh hati. Sanggupkan kerja kebaikan, dan kebijaksanaan untuk berkasih sayang dengan kebenaran yang pada akhirnya berbuah pendampingan takwa. Jadilah berguna bagi-Nya dengan cara berjuang melewati segala cobaan meski harus membanting tulang. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help