SerambiUmmah/

Cegah Syiah, Kementrian Wakaf Mesir Tutup Makam Imam Hussein

Pihak kementrian menegaskan ia akan mengambil semua tindakan hukum terhadap setiap penyalahgunaan yang terjadi dalam hal ini

Cegah Syiah, Kementrian Wakaf Mesir Tutup Makam Imam Hussein

SERAMBI UMMAH.COM – Direktorat Wakaf Kairo memutuskan penutupan makam Imam Hussein mulai hari Kamis (22/10/2015) sampai Sabtu depan untuk mencegah kebatilan-kebatilan Syiah yang terjadi pada Hari Asyuro (10 Muharram).

Kementerian Wakaf Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataannya sebagaimana dikutip laman youm7.com berbahasa Arab, Kamis (22/10/2015) bahwa keputusan menutup makam Imam Hussein sebagai upaya pencegahan atas ‘apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang Syiah dalam ritual-ritualnya yang tidak memiliki dasar dalam Islam’. Dan bisa jadi akan muncul dari hal itu permasalahan-permasalahan.

Pihak kementrian menegaskan ia akan mengambil semua tindakan hukum terhadap setiap penyalahgunaan yang terjadi dalam hal ini.

Sebelumnya, Rabu (21/10/2015) Kementrian Wakaf sudah memberikan peringatan terhadap Syiah dari segala bentuk ritual yang menyimpang di Masjid Imam Hussein.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Syeikh Mohammed Abdel-Razek, Wakil Kementrian Wakaf dan kepala sektor keagamaan, bahwasanya kementerian telah melihat Hari Tasuu’a dan Hari ‘Asyuura (9 dan 10 Muharram) di mana di dalamnya orang-orang Syiah berupaya untuk melakukan sejumlah ritual yang melanggar kesucian masjid dan Ahli Sunnah Wal jama’ah.

“Kami telah memperingatkan para pekerja di masjid untuk waspada dan memantau pengunjung masjid yang melakukan ritual atau tindakan aneh. Begitu juga keamanan terhadap seluruh area masjid telah ditingkatkan, untuk mengantisipasi berkumpulnya orang-orang Syiah. Kami tidak akan pernah memenuhi keinginan mereka. Mesir dijaga oleh Allah, ia adalah Negara Al-Azhar yang mulia, mimbar moderasi,” tambahnya sebagaimana dilansir laman youm7.com.

“Kementrian Wakaf tidak menutup masjid. Dan masjid akan tetap buka untuk shalat. Tahun lalu, kementrian menutup masjid setiap setelah shalat dan makam sepanjang hari karena khawatir terjadi bentrokan antara jama’ah Salafi dan Syiah yang berada di sekitar area masjid,” tambahnya lagi. (hdc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help