MUI Serukan Umat Islam Bertaubat kepada Allah

menyeru kepada umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan shalat Istisqa (shalat memohon hujan), dengan didahului puasa

MUI Serukan Umat Islam Bertaubat kepada Allah

SERAMBI UMMAH.COM – Dewan Pimpinan MUI pun menyerukan kepada umat Islam untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT serta melaksanakan shalat Istisqa.

“Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla dari egala macam maksiat (at taubah mun al-ma’ashi), meninggalkan perilaku dzalim (alkhuruj min al-madhalim), memperbanyak sedekah iktsar as-shadaqah), dan meninggalkan permusuhan (mashalahah al-a’daa). Karena kekeringan berkepanjangan yang melanda negeri ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT atas perbuatan kita,” ujar Ma’ruf Amin, Ketua Umum MUI dalam konferensi pers di Gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/10/2015), lansir ROL.

Kiai menyebutkan dalil yang mendasari pernyataannya tersebut yang diambil dari Alquran Surat Ar-Rum ayat 41.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang bena).”

Selain itu dia juga menyebutkan hadis shahih yang senada dengan dalil di atas, yaitu dari hadis riwayat Ibnu Majah dan Al-Hakim. MUI juga menyeru kepada umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan shalat Istisqa (shalat memohon hujan), dengan didahului puasa selama tiga hari, memperbanyak istighfar , berperilaku sopan santun, dan berkehidupan sederhana, serta memohon doa kepada para shalihin, sesuai yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

Kemudian MUI juga menyerukan kepada Pemerintah RI untuk mengambil kebijakan tegas dan strategis yang berimplikasi pada upaya penghentian, atau setidaknya pengurangan, dari berbagai dampak buruk kemarau panjang. Hal itu antara lain dengan menegakkan hukum yang menjerakan kepada setiap pelaku pembakaran dan pemilik lahan yang menyebabkan bencana asap. Selain itu juga meminta pemerintah agar melancarkan kebijakan ekonomi yang pro rakyat kecil.

Saat ini perubahan iklim dan pemanasan global di sebagian besar wilayah Republik Indonesia memicu kekeringan berkepanjangan. Sehingga hal itu berdampak pada gagal panen, krisis air bersih, azab asap dan berbagai persoalan lainnya. (arc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help