Berhijab Ok! Berperilaku Islami Yes!

Hijab bukan sebatas apa yang terlihat dan nampak di luar saja, tapi bagaimana itu menjadi sebuah perubahan mendasar yang mampu mengubah perilaku

Berhijab Ok! Berperilaku Islami Yes!
Jakartafashionweek.co.id
Hijab Jeans Origami ala Geisha. Tetap terlihat gaya untuk berbagai kesempatan, baik santai maupun ke kantor. 

SERAMBI UMMAH.COM - ADA sebagian besar muslimah yang masih salah memaknai hijab. Banyak dari mereka yang masih menganggap hijab hanya sebatas “menutupi rambut agar tak terlihat”, yang tanpa sadar hal itu bisa menghilangkan esensi dari tujuan berhijab itu sendiri.

Hijab bukan sebatas apa yang terlihat dan nampak di luar saja, tapi bagaimana itu menjadi sebuah perubahan mendasar yang mampu mengubah perilaku seorang muslimah menuju arah yang lebih baik. Bagaimana ia berperilaku, bagaimana ia bertutur, dan berbagai hal yang mencerminkan akhlaknya sebagai seorang muslimah.

Seorang muslimah, ketika ia berhijab, seakan-akan ia membawa nama islam dengan menunjukkan “Hai, saya seorang muslim. Anda bisa melihatnya dari hijab yang saya kenakan”. Maka akhlaknya, cara ia berperilaku, tentu menunjukkan kepada khalayak umum “oh inilah islam”.

Maka, seorang muslimah tentu harus menjaga kehormatannya dalam berperilaku. Namun sayang, ada sebagian mereka yang menganggap bahwa, “Aku telah menjadi muslimah yang baik ketika berhijab”. Artinya memutuskan untuk berhijab memang baik, namun alangka lebih baik lagi jika ia berhijab tapi sembari memperbaiki perilaku dan kebiasaan buruk yang dulu pernah ia lakukan sebelum berhijab.

Hijab pada dasarnya bertujuan untuk menjaga seorang akhwat (perempuan) dari pandangan para ikhwan (laki-laki), namun saat ini, esensi hijab banyak dibelokan dengan berbagai gaya hijab yang tak jarang syarat hijab syar’i pun malah ditabrak. Mereka dengan bangga menampilkan kecantikannya ke ranah publik, bahkan social media sudah menjadi ajang yang wajar bagi para perempuan untuk bergaya menampakan dirinya, seakan ia mengatakan “Lihatlah kecantikan seorang hijaber ini” . Astagfirullah, tentu fenomena ini bertentangan dengan tujuan hijab itu sendiri. Dimana tujuannya ialah menjaga dirinya agar tak menjadi objek pandang para ikhwan.

Aurat perempuan bukan hanya untuk ditutupi, namun juga terjaga agar tak tersentuh. Sehingga ia tidak gampang bergandengan tangan dengan pria yang bukan muhrimnya, ia tidak akan mau disentuh oleh pria dengan alasan untuk menghibur dikala sedih, ia juga tidak akan mencubit teman prianya dengan manja dan lain sebagainya.

Wahai muslimah, dalam islam kalian memiliki kedudukan serta kehormatan yang tinggi. Kedudukan yang bahkan membuat lelaki, selama bukan mahramnya, tidak boleh untuk menyentuhmu. Janganlah justru kalian membuat kedudukan kalian yang begitu tinggi menjadi rendah hanya karena ketidakpahaman akan kedudukan kalian tersebut. Oleh karena itu, Yuk kita berhijab sambil belajar memperbaiki diri merubah kebiasaan-kebiasaan yang buruk menjadi kebiasan baik yang islami, tentunya semua itu dengan kita selalu ber-tholabul ilmi atau menuntut ilmu agama dimanapun dan kapanpun. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help