SerambiUmmah/

Keluarga Sakinah

41 Tahun Berumah Tangga, Muchtashor Tak Segan Memohon Maaf pada Istri

Ada kiat-kiat yang dilakukan dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan dalam berumah tangga, di antaranya untuk tak segan meminta maaf kepada pasangan.

41 Tahun Berumah Tangga, Muchtashor Tak Segan Memohon Maaf pada Istri
Serambiummah/herliansyah
Pasangan suami istri H Muchtashor dan Hj Asmamah 

SERAMBIUMMAH.COM - Setiap pasangan suami istri ingin rumah tangganya harmonis, sakinah mawaddah wa rahmah. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan keharmonisan dalam membina rumah tangga, seperti dilakukan H Muchtashor dan Hajjah Asmanah.

Pasangan yang hingga saat ini telah menjalani biduk rumah tangga selama 41 tahun, pernah meraih penghargaan sebagai Keluarga Sakinah peringkat pertama di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru.

Menurut Muchtashor, selama lebih empat dasawarsa membina rumah tangga, tak hanya dijalani bagaikan air mengalir.

Keduanya juga ada kiat-kiat yang dilakukan dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan dalam berumah tangga, di antaranya untuk tak segan meminta maaf kepada pasangan.

"Pertama dijalani saja seperti air mengalir. Kemudian menghindari apa saja yang bisa menimbulkan konflik," kata Muchtashor.

Diakuinya, banyak faktor yang dapat menjadi pemicu timbulnya konflik di rumah tangga dan perlu dihindari. Contohnya, persoalan ekonomi.

"Untuk menghindari konflik ini, yang harus dilakukan, apa yang menjadi kebutuhan rumah tangga harus dicukupi. Termasuk nafkah lahir batin, karena itu hal yang paling penting," katanya.

Termasuk menjaga kondisi di lingkungan sekitar rumah yang sewaktu-waktu bisa saja dapat menjadi indikator pemicu konflik. Radiusnya yang tidak jauh sekali. Pokoknya sekitar rumah.

Muchtashor, mengatakan, tidak ada dalam sebuah rumah tangga yang tidak pernah tercipta riak kecil berpotensi menciptakan ketidakharmonisan dalam rumah tangga tersebut.

Dalam sebuah rumah tangga pasti pernah terjadi persoalan. Awalnya memang persoalan kecil, tapi yang kecil itu nantinya bisa menjadi besar. Jika tidak disikapi dengan arif dan bijaksana, gelombang ketidak harmonisan itu akan terus menjadi sebuah ancaman terhadap keharmonisan rumah tangga.

"Bila terjadi persoalan kecil, salah satu harus ada yang mengalah. Apalagi kita sudah tahu watak masing-masing. Istri tahu watak suami, suami tahu watak istri. Ya, jadi kalau ada masalah kecil lebih baik mengalah," ujarnya.

Kiat dilakukannya selama puluhan tahun berumah tangga, ketika ada persoalan kecil maka saling meminta maaf.

“Biasanya, saya yang sering meminta maaf. Ya, karena kadang visi saya yang tidak mudah dicerna. Intinya, saling mengalah agar terus terjalin hubungan yang harmonis," katanya.

Kiat membina rumah tangga yang harmonis dan sakinah itu, tak hanya untuk konsumsi pribadi, tapi juga dia tularkan kepada anak dan menantu.

"Kepada anak saya sebatas memberi contoh saja. Misal ada konflik, anak tidak perlu tahu cukup saya dengan istri yang tahu. Namun, ya tetap juga memberikan nasihat ketika ada masalah rumah tangga," katanya. (sah)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help