SerambiUmmah/
Home »

Ihwal

Gerakan Jumat Berinfak

Ada Pos Infak di Kampus dan Harus Dibiasakan Sejak Kecil

Nominal Gerakan Jumat Berinfak yang dicanangkan Gubernur Kalsel, sebenarnya tidak memberatkan kantong mahasiswa

Ada Pos Infak di Kampus dan Harus Dibiasakan Sejak Kecil
serambiummah.com
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor didampingi Ketua MUI Kalsel Husin Nafarin dan Ketua Baznas Kalsel HG (P) Rusdi Effendi AR saat memulai gerakan Jumat Berinfak 

SERAMBI UMMAH.COM - NOMINAL Gerakan Jumat Berinfak yang dicanangkan Gubernur Kalsel, sebenarnya tidak memberatkan kantong mahasiswa, Kalau pun tidak setiap Jumat bisa melaksanakannya, tetapi paling tidak setiap bulannya bisa satu atau dua kali.

 
Tyas Adinugroho
(Mahasiswa Uniska Banjarmasin)

Persoalannya kalau di kampus di mana kita memasukkan infak yang Rp 2.000 ini.
Sebaiknya, ada semacam pos atau kotak yang dikelola kampus untuk menerima infak mahasiswa atau keluarga besar akademika lainnya.

Saya optimistis, kalau terus digalakkan dengan ditunjang fasilitas yang memudahkan tadi, akan tumbuh semangat gemar berinfak di kalangan mahasiswa. Dan ini bisa dijadikan sebagai satu potensi untuk mengatasi masalah kemiskinan umat.

Sudah Ada di Sekolah

GERAKAN Jumat Berinfak Rp 2.000 bukan hal yang asing bagi saya, bahkan juga teman-teman sekolah. Di sekolah kami sudah lama ada kegiatan ini yang dikelola sekolah.


Siti Aminah
(Kelas XII Pontren Al Furqan Muhammadiyah)

Hanya, jumlahnya tidak dipatok, lebih sukarela agar tidak memberatkan. Walau demikian, tetap saja belum semua siswa yang responsnya baik terhadap ibadah sosial yang satu ini. Ada juga teman yang tidak menyumbang.

Gerakan yang dicanangkan gubernur Kalsel ini, sangat positif untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda akan kebiasaan baik tadi. Paling tidak, ini akan menjadi pendorong agar anak muda lebih bergairah dalam berinfak.

Dibiasakan Sejak Kecil

BERINFAK bukanlah hal baru bagi saya dan juga di lingkungan tempat tinggal saya.

Maaf bukan untuk pamer, tetapi kalau berinfak di masjid itu sudah dibilang kegiatan rutin setidaknya ketika salat Jumat.


Raihan
(Siswa SMAN 1 Banjarmasin)

Kebiasaan demikian, sudah dilakukan sejak kecil karena diajarkan di lingkungan keluarga. Kalau sekarang sudah ada gerakannya, itu pasti untuk lebih membangkitkan mental gemar berinfaq kita.

Namun, di sekolah tidak ada pungutan untuk infak yang gerakannya dicanangkan oleh gubernur Kalsel ini. (uum)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help