Home »

Ihwal

Gerakan Jumat Berinfak

Menyisihkan Rp 2.000 Tiap Jumat Tidak Memberatkan

Infak merupakan salah satu ibadah sosial yang sudah lama dikenal kalangan muslimin, selain bersedekah dan mengeluarkan zakat.

Menyisihkan Rp 2.000 Tiap Jumat Tidak Memberatkan
serambiummah.com
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor didampingi Ketua MUI Kalsel Husin Nafarin dan Ketua Baznas Kalsel HG (P) Rusdi Effendi AR saat pencanangan Gerakan Jumat Berinfak di Kalsel 

SERAMBIUMMAH.COM - Sisihkan Rp 2.000 setiap Jumat untuk berinfak, tidak memberatkan termasuk bagi saku anak muda. Tinggal mau atau tidak saja yang bersangkutan untuk melakukannya.

Itulah tanggapan sejumlah anak muda di Banjarmasin dalam merespons Gerakan Jumat Berinfak Rp 2.000 yang dicanangkan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel akhir Juni 2016 atau bertepatan Ramadan 1437 Hijriah lalu.

Infak merupakan salah satu ibadah sosial yang sudah lama dikenal kalangan muslimin, selain bersedekah dan mengeluarkan zakat.

“Dibandingkan dengan harga sebungkus rokok atau jajan di kampus, Rp 2.000 untuk disedekahkan tidak memberatkan,” kata Tyas Adiguroho, mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhamad Arsyad Al Banjary Banjarmasin.

Namun, menurut mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ini, semuanya terpulang pada pribadi masing-masing. Sebab, bisa saja Rp 1.000 pun terasa berat kalau belum ada kesadaran atau motivasi untuk itu.

Senada, diungkapkan Siti Aminah, pelajar Pondok Pesantren Modern Al Furqon Muhammadiyah Banjarmasin serta Raihan, pelajar SMA Negeri 1 Banjarmasin.

“Sebagai gerakan yang mengajak masyarakat, khususnya anak muda untuk gemar berinfak memang pencanangan Gerakan Jumat Berinfak Rp 2.000 oleh gubernur itu sangat baik,” kata Siti Aminah.

Walaupun, menurut dara berjilbab ini, sebenarnya banyak kalangan muda yang sudah akrab dengan aksi sosial seperti memberikan bantuan, sumbangan atau sedekah.

Wakil Ketua Baznas Kalsel, H Asmaji Darmawi, mengakui sebenarnya kesadaran berinfak maupun bersedekah di kalangan masyarakat khsususnya Kalsel sudah terbangun baik. Hanya. Gerakan Jumat Berinfak Rp 2.000 yang dicanangkan gubernur Kalsel itu kembali menjadi gerakan motivasi untuk semangat yang lebih luas.

Gerakan ini, bukan hanya ke jajaran PNS di Pemprov Kalsel tetapi juga ke perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kerja sama Baznas-perguran tinggi, sudah dirintis di Jakarta. Baznas di sana sudah bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi besar untuk menjalankan gerakan ini.

“Salah satu misinya adalah dengan pengelolaan infak ini, pihak kampus akan ikut program kemanusiaan yaitu memberikan beasiswa pada keluarga miskin. Istilahnya satu keluarga miskin diberikan satu beasiswa untuk anaknya kuliah di sana,” kata Asmaji.

Dekan Fakultas Dakwah IAIN Antasari Banjarmasin, Dr Ahmad Sagir, mengatakan, kalau diperhatikan dalam Alquran atau hadis-hadis maka dapat dibedakan antara sedekah yang berkaitan dengan zakat dan infak.

“Kalau zakat merupakan kewajiban bagi yang memenuhi syarat-syaratnya, sedangkan infak ini lebih bersifat umum. Bisa dilakukan siapa saja,” kata Ahmad Sagir. (uum)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR
Sponsored Content

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help