Breaking News:

Destinasi Wisata Muslim di Vietnam Mulai Menggeliat

Vietnam membayangi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata Muslim di Asia Tenggara.

Editor: Syamsudin
Destinasi Wisata Muslim di Vietnam Mulai Menggeliat
Turis dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey disambut tarian ranup lampuan saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Kamis (10/1/2013). Kapal yang mengangkut 150 penumpang dari berbagai negara dalam tour wisata Zegrahm Expedition tersebut melego jangkar selama enam jam di lepas pantai Banda Aceh untuk membawa para turis melakukan city tour ke beberapa situs sejarah dan tsunami Aceh.

SERAMBIUMMAH.com - Vietnam membayangi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata Muslim di Asia Tenggara, karena negara itu mulai mengembangkan industri pariwisata dan kerajinan pakaian Muslim.

"Saat ini wisatawan di Ho Chi Minh sudah mulai ditawari sejumlah produk serupa yang ditawarkan di Bandung, khususnya bagi wisatawan Mulsim. Mereka sudah pandai membuat mukena," kata Mohammad Shafie Obet, Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Kuala Lumpur Malaysia, ketika berkunjung ke Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar di Bandung, Selasa (24/12/2013).

Obet menyebutkan kuliner berlabel halal di Vietnam juga telah menjamur yang mengindikasikan Vietnam menjadi ancaman yang akan merebut hati turis Muslim, khususnya dari Malaysia.

Jabar dan Bandung, menurut Obet, harus berbenah dan terus meningkatkan pelayanan, terutama mempersiapkan tujuan wisata di luar Bandung.

Garut dan Tasikmalaya sudah mulai dikenal di Malaysia, tetapi masih jarang "tour operator" yang membuat paket mengaitkannya dengan Garut dan Tasik sebagai salah satu paket wisata. "Paket-paket wisata yang baru dan di luar Bandung harus segera disiapkan," katanya.

Menurut Obet, saat ini permintaan dari segmen pasar China asal Malaysia masih kecil sehingga perlu menjadi perhatian, karena segmen China-Malaysia cukup besar.

Namun, dia berharap pemerintah perlu membenahi sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kepariwisataan, mulai bandara, taksi, kebersihan dan berbagai sarana lainnya yang masih memprihatinkan untuk jadi destinasi wisatawan "middle up".

"Sejumlah wisatawan Malaysia mengeluh karena untuk naik pesawat pada saat hujan menggunakan payung sehingga pakaian bawah, sepatu dan barang bawaannya basah," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved