Bertahan Sejenak Dapat Ampunan Allah

Dengan banyaknya urusan dan kesibukan umat manusia, membuat segala aktivitas harus cepat

Bertahan Sejenak Dapat Ampunan Allah
BANJARMASIN POST GROUP/AYA SUGIANTO

SERAMBIUMMAH.com, - Dengan banyaknya urusan dan kesibukan umat manusia, membuat segala aktivitas harus cepat terselesaikan, tak terkecuali saat beribadah.

Banyak umat Islam yang memang mampu menunaikan kewajibannya menjalankan salat lima waktu atau salat sunnah lainnya.

Tapi, usai melaksanakan salat langsung berbegas meninggalkan tempat duduk salatnya, tanpa merenung dan tadabur (mendekatkan diri kepada Allah, Red) sejenak seperti zikir dan lainnya.

Padahal ada banyak keutamaan dan sunnah, dimana usai salat kita harus bertahan untuk berzikir kepada Allah.

Seperti yang dikatakan Ustadz Kamil selaku dosen IAIN Antasari Banjarmasin, Rasulullah SAW telah menjelaskan, tetap duduk di masjid setelah salat adalah termasuk amal-amal yang menjadi bahan pembicaraan di kalangan para Malaikat.

Apalagi, Rasulullah berpesan, mereka (para malaikat, Red) semua ingin membawa amalan tersebut ke langit, dan hal ini merupakan amal-amal yang dapat menghapuskan dosa.

“Barangsiapa yang melakukannya, niscaya ia akan hidup dengan baik dan wafat dengan baik. Ia akan dibersihkan dari kesalahan bagaikan seorang anak yang baru dilahirkan oleh ibunya,” kata dia.

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Abu ‘Abdirrahman, ia berkata: “Aku mendengar ‘Ali berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda:  Sesungguhnya jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan salat, para Malaikat akan bersalawat untuknya, dan salawat mereka kepadanya adalah dengan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Jika ia duduk untuk menunggu salat, maka para Malaikat akan bersalawat kepadanya, salawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” (H.R. Ahmad)

Dari Abdullah bin Az-Zubair, seusai salat setelah salam, beliau sering membaca bacaan yang artinya, “Tiada sesembahan yang hak selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya selaga puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Tiada sesembahan yang hak selain Allah, dan Kami tidak beribadah selain kepada-Nya, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, hanya bagi-Nya ketundukan, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai”.

Dan beliau (Ibnu Az-Zubair) berkata, “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam selalu bertahlil dengan kalimat ini setiap selesai salat.” (HR. Muslim)

Ustadz Kamil menegaskan, Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bertasbih kepada Allah sehabis salat sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan, dan untuk menggenapkan jadi seratus dia membaca: Laa Ilaha Ilallahu Wahdahu Laa Syarikalah, Lahul Mulku Walahul Hamdu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syay’in Qodir, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)

Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang salat subuh berjamaah, kemudian dia duduk untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia salat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah”. Kemudian, Anas berkata, Rasulullah shallahu `alaihi wasallam bersabda: “sempurna sempurna sempurna.” (HR At-Tirmidzi)

“Berzikir setelah salat merupakan hal yang disunnahkan, karenanya tidak sepantasnya seorang muslim untuk meninggalkannya bagaimanapun keadaannya, walaupun sekadar sebentar dan membaca salah satu dari zikir-zikir di atas,” ujarnya. (muhammad elhami-kamardi)

Editor: Dheny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved