Harus Lebih Berhati-hati

Presiden Sedekah Harian Abdul Aziz menutup program itu setelah mendapat nasihat dari para ulama dan ustadz

SERAMBIUMMAH.com, - Presiden Sedekah Harian Abdul Aziz menutup program itu setelah mendapat nasihat dari para ulama dan ustadz. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat muslim.

Kendati demikian dia mengaku sedekah harian tak bermaksud memberi tarif bagi mereka yang ingin didoakan di Baitullah. Tujuan utamanya adalah memancing agar orang bersedekah.“Itu kampanye kami, advertising. Banyak yang mispersepsi. Kami akui kesalahan kami,” kata Aziz beberapa waktu lalu.

Program titip doa itu digelar komunitas sedekah harian berbarengan dengan pembina mereka Ahmad Gozali yang juga financial planner menunaikan ibadah umrah. Nah, bagi mereka yang ingin didoakan di Baitullah, bisa mentransfer uang sedekah sebesar Rp 102.014. Nantinya doa mereka yang dikirim lewat email akan dibacakan Ahmad Gozali.

“Ini didasarkan niat baik, untuk memancing orang bersedekah. Bukan untuk memperkaya diri. Tapi kami mengambil hikmah dari kejadian ini. Kami harus banyak belajar,” ujar dia.

Menteri Agama Suryadharma Ali menyesalkan praktik Komunitas Sedekah Harian atas titipan doa yang dikenakan tarif  Rp 102.014. Menurutnya, praktik tersebut merupakan pembusukan agama Islam.

“Saya enggak tahu apa ini pembusukan Islam atau bisa pembusukan terhadap ulama. Ini harus diteliti apa ini pelanggaran hukum atau etika kita harus lihat latar belakangnya,” ujar Suryadharma.

Mesti demikian, dia merasa tidak perlu melakukan pemanggilan terkait masalah titip doa berbayar. “Saya hanya mengimbau masyarakat lebih hati-hati dengan hal semacam ini,” lanjutnya. (tribunnews/dtc-agus rumpoko)

Editor: Dheny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved