Serambi Ummah edisi 731

FENOMENA titip doa berbayar menghebohkan Indonesia, pekan lalu. Jasa titip doa ke Baitullah yang diselenggarakan

Serambi Ummah edisi 731
Cover Serambi Ummah edisi 731

Assalamualaikum wr wb

FENOMENA titip doa berbayar menghebohkan Indonesia, pekan lalu. Jasa titip doa ke Baitullah yang diselenggarakan @SedekahHarian dan Ahmad Gozali itu kini sudah resmi dihentikan.

Padahal, tawaran jasa doa berbayar sempat dipajang laman http://sedekahharian.com/. Masyarakat pun mempertanyakan kebenaran dan dikemanakan uang yang terkumpul.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Menteri Agama Suryadharma Ali pun bereaksi mengecam perbuatan Gozali itu. Ketua Bidang Fatwa MUI Kalimantan Selatan, Rusdiansyah Asnawi, pun mengatakan tidak ada dasar hukumnya orang berdoa harus bayar.

Karenanya, warga diimbau agar tak terkecoh, walau pun tak ada larangan minta didoakan, tetapi diminta agar dan tidak dibodohi oleh tawaran doa tapi harus bayar.

Di rubrik Dalil edisi Serambi UmmaH kali juga menyoroti tindakan orang-orang yang menimbun barang menjelang kenaikan elpiji 12 kilogram. Akibatnya, ketika harga elpiji 12 kilogram dinaikkan pemerintah, di pasaran pun terjadi kelangkaan dan harganya meroket.

Padahal, aksi timbun menimbun barang dalam Islam merupakan perkara yang haram. Sebab, hal itu bisa merugikan masyarakat. Akan lebih parah, jika harta yang dihasilkan dari aktivitas haram itu buat menghidupi keluarga yang akan berdampak ke perangai dan hidup keluarganya tidak akan beberkah.

Di rubrik Sunnah menyoroti banyaknya umat Islam yang memilih segera menyelesaikan salatnya agar bisa mengerjakan pekerjaan lain. Padahal hanya perlu waktu sebentar untuk merenung dan tadabur sejenak, seperti zikir dan lainnya.

Di edisi kali ini juga diulas mengenai mulai maraknya koperasi syariah dibandingkan dengan koperasi konvensional. Koperasi jenis ini dijalankan harus benar-benar profesional dan pengurusnya harus ingat Tuhan.

Di Kalsel, perkembangan koperasi syariah makin meningkat, bertambah dan terus bermunculan.

Harapannya, makin maraknya koperasi jenis ini, didukung kesadaran pemiliknya kalau koperasi syariah tidak boleh dicampuradukkan dengan maksiat, karena dampaknya akan putus di tengah jalan.

Selain beberapa ulasan di atas, banyak lagi rubrik yang mengupas beberapa sisi kehidupan sebagai muslim. Harapannya, hal itu bisa menambah wawasan kita sebagai umat Islam. Insya Allah.

Wassalamualaikum wr wb

Editor: Dheny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved