Berikan Harta Terbaik untuk Sedekah

MUSIBAH banjir yang melanda Banjarbaru beberapa waktu lalu, menggugah banyak pihak untuk memberikan bantuan.

Berikan Harta Terbaik untuk Sedekah
blogspot

MUSIBAH banjir yang melanda Banjarbaru beberapa waktu lalu, menggugah banyak pihak untuk memberikan bantuan.

Peragam jenis bantuan mulai dari uang, pakaian, sembako dan sebagainya diberikan kepada korban. Bagaimana Islam memandang dalam pemberian bantuan tersebut, mengenai Memberikan atau menyumbangkan makanan, pakaian layak pakai kepada orang lain bukan yang sisa atau bekas.

Ustadz Kamil dari Fakultas Tarbiah IAIN Antasari Banjarmasin mengatakan, dalam hadits nabi dikatakan, sebaik-baik umat adalah mereka yang memberi manfaat kepada orang lain.

“Islam sudah mengajarkan, berbagi merupakan hal yang sangat penting. Seperti saat Ramadan, orang yang membukakan puasa, pahalanya sama dengan orang yang berpuasa itu sendiri,” katanya.

Setiap hari, Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan dua malaikat yang mencatat  orang yang menyedekahkan hartanya dan malaikat yang memusnahkan harta orang yang bakil.

Dalam kaitan sedekah itu, Allah Subhanahu wa ta’ala  berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan darinya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya...” (QS. Al Baqarah : 267)

Kemudian, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imron : 92)

Demikian seorang yang bersedekah, hendaklah mengeluarkan yang terbaik yang dimilikinya untuk Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebab, ia akan mendapatkan barang yang disedekahkannya itu terpelihara di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala pada saat ia membutuhkannya di akhirat.

Janganlah seseorang sengaja mengeluarkan barang-barang atau makanan yang buruk untuk disedekahkan, atau memilih harta-harta yang buruk didalam bersedekah.

Namun, hendaklah ia memilih yang bagus. Demikan jika mampu, hendaklah ia memberikan yang paling bagus karena hakikatnya ia menyerahkannya untuk dirinya di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Halaman
12
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved