Breaking News:

Jamilah Juga Beli Buku Guru Bakeri

Dengan khusyuk dan khidmat, jemaah memadati lokasi haulan pertama KH Ahmad Bakeri atau biasa disapa

Editor: Dheny
BANJARMASIN POST GROUP/MUHAMMAD ELHAMI
JEMAAH memadati lokasi haul Guru Bakeri di Ponpes Al Mursyidul Amin, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (22/1) 

SERAMBIUMMAH.com - Dengan khusyuk dan khidmat, jemaah memadati lokasi haulan pertama KH Ahmad Bakeri atau biasa disapa Guru Bakeri di Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (22/1).

Mereka tidak hanya datang dari Kalimantan Selatan, tetapi juga dari luar daerah seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Dengan mengenakan busana muslim, mereka datang baik sendiri, bersama teman maupun keluarga.

Salah satu dari jemaah yakni Muhammad Ridho mengaku berasal dari Kalteng. Sejak Jumat (17/1) dia sudah berada di Ponpes Al Mursyidul Amin karena takut tidak sempat kalau berangkat menjelang acara.

“Kalau berangkatnya hari H, ketika datang pasti kecapekan sehingga tidak maksimal. Selain itu pasti padat. Lebih baik saya menginap,” kata Ridho yang membawa dua teman.

Anggota jemaah lainnya adalah Jamilah (60) dari Hulu Sungai Utara. Dia mengaku datang bersama keluarga karena ingin mengambil berkah. “Mudahan ada berkahnya ikut haulan sidin (beliau, red),” katanya.

Jamilah juga membeli buku Otobiografi KH Ahmad Bakeri. Dia berharap bisa menggali riwayat hidup Guru Bakeri.

Salah satu murid pengajian Guru Bakeri yakni HM Yamani, asal Kabupaten Banjar, mengatakan menghadiri haulan karena ingin mengenang sang guru semasa hidup. “Saya pernah dibimbing beliau saat mengikuti travel haji. Jadi sedikit banyak tahu tentang sidin,” katanya.

Yamani menuturkan Guru Bakeri memiliki wawasan luas dari segi agama. “Saya kagum sama beliau untuk masalah kehidupan juga menguasai, benar-benar ulama dunia akhirat,” ujarnya.

Acara dimulai sekitar pukul 08.00 Wita yang didahului oleh pengajian oleh Ustadz Abduh dan Ustadz Bugdadi. Pembacaan manaqib dilakukan Ustadz H M. Rasyid Ridha dan tausiah Guru Zuhdi.

Dalam tausiah singkatnya, Guru Zuhdi mengatakan ilmu merupakan segala-galanya untuk dunia akhirat. “Tanpa ilmu maka manusia mudah tersesat, selain selalu meragukan sesuatu karena ketiadaan ilmu,” katanya.

Kegiatan haulan dilanjutkan dengan baca yasin tahlil oleh Guru H Ahmad Barmawi sedangkan doa oleh Habib Abdurrahman Ba’bud dari Lawang Malang. (muhammad elhami/*-agus rumpoko)

Berita Populer
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved