Penjara Suci

Ketika itu UN sudah selesai, tinggal menunggu hasilnya saja lagi. Vina adalah salah satu sahabat terbaik Rizki

Penjara Suci
BPOST GROUP/DENY
Ilustrasi

“Wah.. Perencanaan masa depan yang mantap, tapi aku pengen ke SMA aja sama dengan Vina, soal rezki sudah ada yang ngatur,” bisa juga wahyu ngomong kaya gitu padahal biasanya ngibulin kawan-kawannya doang.

“Sok lu Yu..”, kata Rizki.

Hahahahaha... Suara derai tawa dari Rizki dan sahabat-sahabatnya.

“Rizki! Woi.. Ngapain lu ngelamun.. Senyum-senyum sendiri lagi, hadehh..” ternyata cerita tadi adalah bagian dari lamunan Rizki ketika bersama sahabat-sahabatnya di sekolahannya yang dulu. Sambil senyum-senyum lagi, kaya orang sinting aja, he..

“Rizki, tuh dipanggil Ustadz..”

***

Minggu pertama di pondok pesantren membuatnya bete, kenapa tidak, situasi pondok pesantren tidak seperti apa yang dia bayangkan. Tidak ada cewe. Tidak ada adu kesaktian, jampi-jampi yang bisa bikin orang jatuh hati setengah mati, bahkan selama seminggu berada di pesantren Rizki tidak pernah menemukan adanya ustadz apalagi santri yang sedang berdialog dengan jin. Yang ada hanyalah salat berjemaah lima waktu, kalo sampe ada yang absen bakal dipangil ke ruang OSIS. Di sana mereka akan diadili.

Di kelas, belajarnya menggunakan huruf Arab melayu. Arab gundul (kitab kuning) baru digunakan ketika sudah berada di tahun kedua dan seterusnya. Tahun pertama dinamakan tajhizi (persiapan) dan enam tahun selanjutnya adalah wustha dan ‘ulya, tiap hari kerjaannya menghafal dan menghafal, fa’ala fa’alu kepala ngalu.

Pengen rasanya sekolah seperti teman-temannya, entah di SMA atau di SMK. Akhirnya Rizki tertidur dalam lamunannya.

***

Halaman
1234
Tags
Cerpen
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved