Breaking News:

Tiang Utamanya dari Samarinda

KALAU melintasi Sungai Martapura, tepatnya di sekitar Jalan Banua Anjar, terlihat pemandangan menarik, yakni sebuah masjid yang berdiri kokoh

Editor: Sudi
BPOST/JUMADI
Empat tiang utama dari kayu yang didatangkan dari Samarinda, Kaltim. 

KALAU melintasi Sungai Martapura, tepatnya di sekitar Jalan Banua Anjar, terlihat pemandangan menarik, yakni sebuah masjid yang berdiri kokoh dengan menara yang cukup tinggi.

Itulah Masjid Al Amin. Masjid yang dibangun sekitar 1935 tersebut, sampai sekarang terlihat kokoh berdiri dengan posisinya persis di tepi sungai.

Lukman Hakim, pengurus yang dipercaya menangani Bidang Pembangunan, Selasa (28/1), mengatakan, masjid yang dibangun warga kala itu merupakan masjid satu-satunya di Banua Anyar, Banjarmasin Timur.

Pertimbangan di tepi sungai, tak lain karena kala itu sungai masih merupakan urat nadi lalu lintas banua. Masjid didirikan di tepi sungai agar bisa didatangi jemaah dengan menggunakan perahu.

Meski dibangun sekitar 1935, tempat ibadah ini baru bisa digunakan pada 1942. Ini merupakan masjid pertama di Banjarmasin yang posisinya di tepi sungai. Ada satu lagi masjid di tepi sungai, yakni yang berada di Negara (HSS).

Arsitekturnya menunjukkan khas bangunan tradisional. Hampir seluruhnya berkonstruksi kayu, mulai dasar sampai atap. Bahkan jenis ulin. Hanya bangunan menara yang memiliki sentuhan arsitektur Timur Tengah.

Mengingat masa itu belum ada listrik, maka ditanamlah belasan jendela di hampir seluruh dinding utama bangunan. Tentu saja sinar matahari, juga ketika bulan purnama, leluasa masuk menerangi bagian dalam.

“Sejak masjid dibangun, kami sudah melakukan rehab yang ketiga kalinya. Pada Januari 2014, kami melakukan rehab dengan melakukan pelebaran teras dan bagian kanan dan kiri bangunan,” ucap Lukman.

Bangunan ini memiliki tiang kayu ulin dengan fondasi bantalan batang kayu. Awal mula, luasnya berukuran 18 x 18 meter. Kemudian setelah direhab menjadi 20,5 x 20,5 meter.

“Di dalam bangunan masjid terdapat empat tiang utama, masing-masing panjangnya 20 meter,” tambahnya.

Tiang- tiang utama itu, lanjutnya, didatangkan dari Samarinda, Kaltim. Saat ini masjid bisa menampung sekitar 700 jemaah, ditambah di halaman masjid.

Pihak pengelola masjid berencana menyiring bagian depan masjid, sehingga nantinya mirip dengan sebuah masjid yang berada di Brunai Darussalam.

Setiap hari masjid ini selalu dipenuhi jemaah. Sedangkan Pengurus Masjid Al Amin Banua Anyar. terdiri dari H Ahmad Nida sebagai ketua, H Samlan sebagai Sekretaris, Nanang Hanani sebagai Bendahara dan Nanang Hakim di Seksi Bangunan. (jumadi-alpri w)

Berita Populer
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved