Breaking News:

Rumus Canggih Guru Matematika

AKU, dengan gaya dinginku membuat setiap orang yang mendekat juga ikut membeku sepertiku.

Rumus Canggih Guru Matematika
Ilustrasi

“Muhammad Raudah... Muhammad Raudah. . .”

Apa maksudnya, sampai sekarang aku tidak mengetahuinya karena aku tidak pernah menanyakannya.

Masa ulangan tiba, hari itu hari jumat mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika. Aku tak sedikit pun terlintas untuk mencontek dan membarikan contekan karena, menurutku itu hal yang sia-sia saja.

Toh aku mampu menjawab soal itu. Hari itu, beberapa orang dikelasku dipanggil wali kelas dengan tuduhan mencontek. Sialnya, aku dituduh sebagai pelapor hanya karena aku sudah seperti tangan kanannya Pak Fatur, padahal wali kelasku melihat sendiri kejadian terlarang tersebut.

“Bah sok suci lapor-lapor segala dengan Bu Ma’rifah tentang mencontek dan membuka buku.” Yuli berbicara nyaring ketika baru saja aku menginjakan kaki memasuki kelas.

“Jangan berteman dengan orang yang bermuka dua seperti dia. Menusuk dari belakang. Munafik.” Sambungnya lagi.

Terlihat, kawan sekelas mulai terhasut oleh kata-katanya itu. Awalnya aku berencana untuk tidak memperdulikannya. Tapi makin dibiarkan makin menjadi saja sumpah serapahnya. Hatiku tidak tahan lagi dengan perkataannya yang pedas itu.

Bu Ma’rifah sendiri yang melihat kejadian itu. “Ah... Bodoh, bodoh, bodoh,” batinku refleks tanganku memukul-mukul ringan kepalaku.

***

Angin bertiup syahdu dengan cuaca yang tak telalu panas. Lapangan sekolah ini tidak terlalu banyak yang berubah. Beberapa penambahan batako di beberapa area yang dulunya ditumbuhi rerumputan.

Halaman
1234
Tags
Cerpen
Berita Populer
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved