Breaking News:

Rumah

Sudah lama ia juga memimpikan ingin memiliki rumah sendiri. Hasil dari jerih payah dan keringatnya.

Rumah
BPOST GROUP/DENI

Bisa-bisa malah tambah pusing. Ah, kenapa hidup selalu rumit dan sudah? Rutuknya kesal sambil membalik-balikan badan gelisah.

***

“Kebakaran....!”

Teriakkan itu begitu mengagetkan. Usman tersentak dari tidurnya yang baru beberapa saat terlelap. Larmi juga tak kalah panik bangun dari tidurnya, walau  kesadarannya tak begitu sempurna.

“Di mana kebakarannya, Bang?”

Usman tak menyahut. Ia langsung berlari ke arah pintu. Betapa kagetnya ketika ia melihat kepulan asap dari arah dapur. Suara teriakkan tadi dari mertuanya yang kebetulan ingin buang air kecil.

“Kebakaran....!”

“Kebakaran....!”

Suara teriakkan itu kini bersahut-sahutan. Usman segera menuju kamar anaknya untuk menyelamatkannya yang mungkin tidak mendengar suara gaduh itu. Larmi dan mertuanya sangat panik. Mereka bingung mana yang harus diselamatkan lebih dulu.

“Larmi..., ibu...ayo keluar! Apinya sudah membesar,” seru Usman sambil menggendong anaknya.

“Bagaimana dengan barang-barang kita?”

“Selamatkan dulu nyawa kalian!”

Semua bergegas keluar. Beberapa warga sudah mulai berdatangan sambil membawa ember berisi air.

Suasana pun semakin gaduh. Teriakkan dan jeritan menjadi satu. Larmi dan ibunya menangis sambil berpelukan. Usman masih memeluk anaknya. Air matanya pun menetes. Rumah yang selama ini ia tempati kini perlahan menjadi abu. (*)

Tags
Cerpen
Berita Populer
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved