Salat Sebelum Duduk di Masjid

KETIKA seseorang memasuki masjid, janganlah ia duduk sebelum melaksanakan salat dua rakaat yang

Salat Sebelum Duduk di Masjid
net

KETIKA seseorang memasuki masjid, janganlah ia duduk sebelum melaksanakan salat dua rakaat yang para ulama sepakat menyebutkan dengan salat sunah tahiyatul masjid.

Ustadz Kamil dari Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari mengatakan, tujuan dari pelaksanaan salat dua rakaat ini adalah untuk menghormati masjid ketika kita masuk masjid.

Sebab, masjid memiliki kehormatan dan kedudukan mulia yang harus dijaga orang yang memasukinya, yaitu dengan tidak duduk sehingga melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid.

“Melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid serupa dengan ungkapan salam ketika masuk ke suatu tempat, sebagaimana seorang yang memberi salam kepada sahabatnya ketika bertemu,” katanya.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Sebagian yang lain mengilustrasikan dengan memberi salam kepada pemilik masjid (Allah SWT).

Yang dimaksud dilakukannya tahiyatul masjid adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan kepada masjid. Sebab, seseorang yang masuk ke rumah orang lain, yang diberi salam adalah pemiliknya bukan rumahnya.

Hukum melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid adalah sunah, sebagaimana hadis Rasulullah SAW: “Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, maka ruku’lah (salatlah) dua rakaat sebelum dia duduk”. (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Kemudian, “Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid maka janganlah dia duduk sehingga dia salat dua rakaat”. (HR. Bukhari)

Dalam hadist lain, disebutkan “Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, maka janganlah dia duduk sehingga dia ruku’ (salat) dua rakaat”. (HR. Ibn Hibban)

“Dari hadist-hadist yang bersifat `aam (umum) di atas dapat kita pahami, salat tahiyatul masjid disunahkan bagi seorang muslim tatkala memasuki masjid, kapan saja, tidak ada perbedaan antara waktu karahah (waktu makruh salat) atau selainnya, tidak juga antara siang atau malam. Ketika seorang muslim memasuki masjid, hendaklah dia salat dua rakyat,” kata Ustad Kamil.

Namun, jika ada orang yang masuk ke masjid, sedangkan azan dikumandangkan, maka yang sesuai syari’at adalah menjawab azan dan menunda sebentar untuk salat tahiyatul masjid, karena saat itu menjawab azan lebih penting.

“Demikianlah syariat Islam tentang salat sunah tahiyatul masjid, Semoga Allah memberi pertolongan kepada kita agar senantiasa dimudahkan dalam mengamalkannya. Amin,” kata Ustadz Kamil. (Rahmadhani - Kamardi)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved