Breaking News:

Bersentuhan Kulit Batalkan Wudu?

KALAU bersentuhan antara laki-laki dengan perempuan, apakah membatalkan wudhu? Bagaimana ketika tawaf?

Editor: Dheny
Bersentuhan Kulit Batalkan Wudu?
Ilustrasi

Diasuh: Gusti Makmur

KALAU bersentuhan antara laki-laki dengan perempuan, apakah membatalkan wudhu? Bagaimana ketika tawaf?

081245048xxx

YANG membatalkan wudu, sentuhan kulit secara langsung antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, termasuk dipermasalahkan para ulama. Sebagian mengatakan, membatalkan wudu dan sebagian mengatakan tidak.

Perbedaan pendapat didasarkan pada penafsiran ayat Alquran, yaitu “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu”.

Sebagian ulama mengartikan kata menyentuh sebagai kiasan, maksudnya adalah jima‘. Sehingga bila sekadar bersentuhan kulit, tidak membatalkan wudu‘.

Ulama kalangan As-Syafi‘iyah mengartikan kata menyentuh secara harfiyah, sehingga menurut mereka sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, itu membatalkan wudu‘.

Menurut mereka, bila ada kata yang mengandung dua makna antara makna hakiki dan makna kiasan, maka yang harus didahulukan adalah makna hakikinya. Kecuali ada dalil lain yang menunjukkan perlunya menggunakan penafsiran secara kiasan.

Imam Asy-Syafi‘i, tampaknya tidak menerima hadits Ma‘bad bin Nabatah dalam masalah mencium. Namun, bila ditinjau lebih dalam pendapat-pendapat di kalangan ulama Syafi‘iyah, kita juga menemukan beberapa perbedaan.

Misalnya, sebagian mereka mengatakan bahwa yang batal wudu‘nya adalah yang sengaja menyentuh, sedangkan yang tersentuh tapi tidak sengaja menyentuh, tidak batal wudu‘nya.

Halaman
12
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved