Breaking News:

Cinta Prita

AKU memperhatikan anak semata wayangku itu dengan sudut mataku. Dari tadi siang Prita

Cinta Prita
BPOST GROUP/DENNY
Ilustrasi

Prita terdiam, aku melihat ada keraguan di wajahnya.

“Entar aja deh Ma, kayaknya sekarang bukan waktu yang tepat,” sahut Prita.

Lagi-lagi aku tersenyum. Ada rasa haru di hatiku, bayi yang rasanya baru kugendong kemarin, sudah bisa bicara kepada mamanya layaknya orang dewasa.

“Ya, udah, Mama ganti baju dulu, ya..tungguin papa, bentar lagi papa datang,” ujarku sambil masuk ke kamar.

Dan hari itu aku sibuk bertanya-tanya apa sebenarnya yang diinginkan Prita. Tapi, setelah makan siang kelar, Prita malah sudah siap-siap pergi ke tempat lesnya.

Aku hanya diam saja saat Prita mencium tanganku dan berpamitan. Mungkin Prita masih belum menemukan waktu yang tepat untuk menceritakan apa yang ingin diungkapkannya padaku.

***

“Ma…”

Aku mendongak. Mungkin sudah saatnya Prita ingin bicara padaku. Banyak dugaan berkelabat di benakku. Mungkinkah Prita membuat masalah di sekolah dan tak berani berterus terang padaku.

“Ya… “ sahutku.

Halaman
1234
Tags
Cerpen
Berita Populer
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved