Breaking News:

Cinta Prita

AKU memperhatikan anak semata wayangku itu dengan sudut mataku. Dari tadi siang Prita

Cinta Prita
BPOST GROUP/DENNY
Ilustrasi

Aku tercekat.

Suara Prita sangat sayup terdengar di telingaku. Aku kurang yakin dengan apa yang kudengar sebelumnya.

“Bisa Prita ulangi apa yang Prita katakan?” tanyaku sambil mengumpulkan kembali konsentrasiku.

Prita turun dari pangkuanku. Dia mengambil tanganku dan meletakkan tanganku ke dadanya.

“Setiap Prita melihat Hasan, dada Prita, Ma.. rasanya ada bergerak-gerak di sini. Prita suka, Ma kalau Hasan senyum pada Prita.”

Aku berusaha mencerna semua kata-kata Prita. Sungguh aku tak punya jawaban atas hal ini. Semua di luar dugaanku. Aku berusaha memutar ulang memoriku saat aku masih seusia dengan Prita.

“Prita, kamu kan…” Aku mengatupkan bibirku.

Aku sudah ingin mengatakan kepada Prita untuk focus pada pelajarannya saja. Terlalu cepat untuk memikirkan cinta di usianya ini.

Hanya saja tiba-tiba ada sesuatu dalam benakku yang mengatakan ini merupakan sebuah kesempatan untukku.

Ya, kesempatan untuk lebih banyak mendengar isi hati Prita. Karena sepertinya saat ini yang diperlukan Prita adalah serang teman yang mendengarkan, bukan seorang mama yang menghakimi.

”Coba, Mama mau dengar, cowok yang bagaimana sih yang bikin anak mama jatuh cinta,” ujarku sambil memberikan senyum terhangat pada anak semata wayangku.

Aku menangkap binar kebahagiaan di mata Prita saat aku menanyakan hal tersebut.

“Mama pengen tahu?” tanyanya.

Aku menggangguk dengan mantap.

“Besok Mama antar Prita ke sekolah ya, nanti Prita kasih tahu ke Mama,” ujar Prita.

Aku membelai rambut Prita dan mendengarkan cerita Prita tentang perasaan yang disebut Prita dengan cinta. Aku ingin menemai Prita di setiap fase kehidupan Prita. Juga di saat Prita sedang disapa oleh cinta. (*)

Tags
Cerpen
Berita Populer
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved