Breaking News:

Keutamaan Salat Berjemaah

DALAM hadis dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang pergi ke masjid di waktu pagi atau di waktu sore

Editor: Dheny
Keutamaan Salat Berjemaah
Kompasiana

Oleh: H Muhammad Tambrin

DALAM hadis dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang pergi ke masjid di waktu pagi atau di waktu sore, Allah menyiapkan baginya makanan setiap kali pergi pagi atau sore” (Shahih Bukhari).

Salat berjemaah merupakan syi’ar Islam yang sangat agung, menyerupai shafnya malaikat ketika beribadah dan ibarat pasukan dalam suatu peperangan. Ia merupakan sebab terjalinnya saling mencintai sesama muslim, saling mengenal, saling mengasihi, saling menyayangi, menampakkan kekuatan dan kesatuan.

Allah syari’atkan berkumpul pada waktu-waktu tertentu, di antaranya ada yang setiap satu hari satu malam seperti salat lima waktu, ada yang satu kali dalam seminggu seperti salat Jumat, ada yang satu tahun dua kali di setiap negara seperti dua hari raya, ada yang satu kali dalam setahun seperti wukuf di Arafah, ada pula yang dilakukan pada kondisi tertentu seperti salat Istisqa’ dan salat Kusuf.

Dari Ibnu Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: salat berjemah lebih utama daripada salat sendirian dengan tujuh puluh derajat. Dalam riwayat lain: dengan dua puluh lima derajat (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke salah satu rumah Allah, untuk melaksanakan salah satu kewajiban terhadap Allah, maka kedua langkahnya yang satu menghapuskan kesalahan, dan yang lain meninggikan derajat” (HR Muslim).

Siapa yang tidak salat berjemaah di masjid, jika karena ada halangan sakit atau takut, atau lainnya, maka ditulis baginya pahala orang yang salat berjemaah, dan apabila meninggalkan salat berjemaah tanpa ada halangan dan salat sendirian maka salatnya sah, namun ia rugi besar tidak mendapatkan pahala jemaah.

Dari Anas bin Malik RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang salat berjemaah untuk Allah selama empat puluh hari, dimana ia mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, maka ditulis baginya dua kebebasan: bebas dari neraka dan terbebas dari sifat munafik” (HR Tirmidzi).

Siapa yang masuk masjid dan ia telah ketinggalan salat bersama imam tetap, maka ia wajib salat berjemaah bersama orang yang ketinggalan lainnya, tetapi keutamaannya tidak seperti keutamaan jemaah yang pertama.

Barang siapa yang mendapat satu rakaat bersama imam maka ia telah mendapat salat berjamaah, barang siapa yang mendapat ruku’ bersama imam, maka ia telah mendapat rakaat, maka melakukan takbiratul ihram sambil berdiri, kemudian bertakbir untuk ruku’ jika bisa, dan jika tidak bisa, maka berniat untuk keduanya dengan satu kali takbir.

Siapa yang masuk masjid dan ia mendapatkan imam sedang berdiri, atau ruku’, atau sujud, atau duduk, maka ikut bersamanya, dan ia mendapat pahala apa yang ia ikuti, tetapi tidak dihitung satu rakaat kecuali sempat ruku’ bersama imam, dan mendapat takbiratul ihram bersama imam selama belum mulai membaca fatihah. (*)

Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved