Breaking News:

Lima Kali Renovasi Sejak 1951

Memiliki enam tiang kokoh, tempat ibadah ini berdiri sejak 1951. Tak heran apabila yang tertua di landasan Ulin Utara.

Editor: Dheny
Lima Kali Renovasi Sejak 1951
BPOST GROUP/MAN HIDAYAT
Masjid Al Muhtadin, Jalan A Yani kilometer 23,800, Landasan Ulin Utara RT 1 RW 4, yang arsitekturnya menyerupai Masjid Demak.

SERAMBIUMMMAH.COM - MEMILIKI dua menara yang menyatu dengan bangunan induk, itulah ciri khas Al Muhtadin yang berada di tepi Jalan A Yani kilometer 23,800, Landasan Ulin Utara, Banjarbaru.

Memiliki enam tiang kokoh, tempat ibadah ini berdiri sejak 1951. Tak heran apabila yang tertua di landasan Ulin Utara. Masjid yang terbilang sangat tua di wilayah itu pun kian ramai. Apalagi saat Jumat, gelombang santri dari pondok pesantren terdekat akan terlihat berbondong-bondong di sepanjang jalan menuju masjid.

Salah satu tokoh masyarakat, Hasan, mengatakan, masjid tersebut dibangun atas swadaya masyarakat. Dan memang yang tertua di kawasan setempat.

Pada awal pembangunan, lanjutnya, memang diperuntukkan sebagai masjid. Bukan langgar. Lahan, diwakafkan almarhum H Anang bersama warga sekitar.

Pengerjaan yang berhasil dilakukan sekitar 1951, berkat swadaya dan keinginan masyarakat. Hingga kemudian, terbangun juga masjid megah ini dengan enam tiang dan dua menaranya.

“Dua menaranya ada tangga di dalam untuk bisa mencapai puncak. Sengaja dibuat begitu. Bentuknya menyerupai Masjid Demak,” ujarnya. Dalam perjalanan waktu, memang pernah sekali diselenggarakan penggalangan dana dari pengendara yang melintas di Jalan A Yani. Namun kemudian, tidak lagi karena kemampuan masyarakat yang ingin mendrikan masjid sangat kuat.

“Hanya sekali penggalangan dana di jalan, sekitar 1970. Tapi kebanyakan swadaya masyarakat. Akhirnya setelah kurang lebih lima  kali dilakukan renovasi, ya seperti sekarang ini bentuknya,” ujar Hasan yang pernah bertugas sebagai kaum masjid, seraya menambahkan donasi juga datang dari pengusaha atau pengelola SPBU yang ada di seberang masjid.

Berbagai kegiatan pun dilakukan di masjid. Menurut seorang warga setempat, Hermansyah, yang hampir setiap hari salat di Masjid Al Muhtadin, peringatan hari besar memang selalu diadakan. Dan dirinya selalu berusaha tidak ketinggalan ikut meramaikan.

Terpisah, Ketua Masjid Al Muhtadin, Mahlani, menambahkan, tiap selesai salat Jumat diadakan pengajian khusus kaum ibu.

“Dan tiap hari besar Islam, rutin kami laksanakan berbagai kegiatan untuk meramaikan masjid ini,” terangnya.

Kegiatan lain, di antaranya habsi dan salat sujud sajadah tiap Jumat subuh. Sedangkan selama Ramadan, pengurus dan warga rutin mengadakan buka puasa bersama dan tadarus tiap malam. Dan tiap Jumat subuh, siraman rohani.

Khusus bulan maulid, tiap Kamis malam di lingkungan masjid bergantian diselenggarakan yasin salawat nariyah dan doa setelah salat Isya.

“Meski bukan di masjid, untuk memanfaatkan kesempatan itu, banyak kegiatan tiap Kamis malam dilakukan secara bergantian di rumah warga,” tutupnya. (man hidayat-alpri w)

Berita Populer
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved