Breaking News:

Serambi Ummah Edisi 737

HADIAH yang disiapkan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan bagi umat Islam yang rajin Salat Zuhur berjemaah

Editor: Dheny
Serambi Ummah Edisi 737
Cover depan Serambi UmmaH No 737

Assalamualaikum wr wb

HADIAH yang disiapkan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan bagi umat Islam yang rajin Salat Zuhur berjemaah di Masjid At-Taqwa setiap Rabu dengan iming-iming doorprize umrah dan mobil, langsung disambut hangat oleh PNS Pemko Bengkulu.

Namun, terobosan ini kemudian memancing pro-kontra, utamanya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Iming-iming hadiah dalam program ini menimbulkan kontroversi dan sebagian menilai kebijakan Wali Kota Helmi Hasan tersebut berpotensi membelokkan niat ibadah warga.

Sebagaimana disampaikan Ketua Bidang Fatwa MUI Kalimantan Selatan, Rusdiansyah Asnawi, langkah itu dapat berubah niat seseorang jadi bukannya ibadah melainkan karena niatnya demi hadiah.

Satu sisi, tambahnya, tujuan wali kota itu bagus saja hanya saja kalau dalam aplikasinya itu dilakukan salah maka bisa berimbas pada nilai-nilai ibadah yang dilakukan.

Ketua PP Muhammadiyah Kalsel, H Ahmad Khairudin mengatakan dalam beribadah motivasi yang paling utama yakni mengharap dan karena ridha Allah. Menurut dia, perlu ada penjelasan dan diluruskan mengenai motivasi ibadah berhadiah tersebut.

Program yang memancing perbedaan pendapat inilah yang kami kupas dalam Rubrik Ihwal edisi kali ini. Jangan sampai keikhlasan beribadah justru tercemari oleh niat yang salah.

Kemudian di Rubrik Dalil, heboh tayangan di YouTube mengenai aksi Ustadz Hariri yang dinilai melakukan penganiayaan terhadap soudman saat berkotbah.Terlepas dari klarifikasi tidak adanya penganiayaan dan hanya bersifat kesalahpahaman, sosok ustadz sebagai panutan harus menjadi pagar dalam bersikap. Karena seorang penceramah itu harus jadi panutan bagi masyarakat, teladan bagi lingkungan jamaah, masyarakat, dan lingkungan lain yang lebih luas.

Karena ustadz bukan sekadar menyampaikan teori-teori, namun harus menampilkan sikap seperti yang selama ini disampaikan ke masyarakat.

Dan, kegiatan kajian santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri, di Desa Cindaialus Rt 1 Kabupaten Banjar, menjadi dalam Rubrik Rabitah. Di ponpes ini uztadzah juga membimbing mengenai isu-isu modern perempuan. Isu ini cukup relevan dengan perkembangan Islam saat ini.

Isu terbaru dan kegiatan keagamaan juga kami tampilkan dalam rubrik-rubrik lain pada edisi kali ini yang semoga bisa diambil manfaatnya bagi pembaca. Tak lupa kami mohon maaf apabila ada kesalahan dan sesuatu yang tidak berkenan di hati pembaca.

Simak Epaper Serambi Ummah di sini

Wassalamualaikum wr wb

Berita Populer
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved