Wudu Sebelum Mandi Junub

Mandi Wajib dalam agama Islam adalah cara untuk menghilangkan hadats besar, yaitu dengan cara membasuh

Wudu Sebelum Mandi Junub
net

USTADZ Kamil dari Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari permasalahan thaharah (bersuci) adalah permasalahan penting.

Oleh karena itu, pengetahuan tentangnya merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Sebab, pada sah dan tidaknya thaharah seseorang, bergantung sah dan tidaknya salat orang itu.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Salat itu tidaklah akan diterima tanpa bersuci.” (HR. Muslim).

Mandi Wajib dalam agama Islam adalah cara untuk menghilangkan hadats besar, yaitu dengan cara membasuh seluruh tubuh mulai dari atas yakni kepala hingga ujung kaki.

“Hukumnya adalah wajib. Penyebab mandi wajib itu sendiri antara lain persetubuhan antara suami dan istri meskipun tidak keluar sperma, keluarnya air mani atau sperma meski tidak dalam keadaan bersenggama atau dikenal dengan istilah onani, haid (bagi wanita), nifas, wiladah, mati, seorang kafir yang masuk Islam,” kata Ustad Kamil.

Mandi wajib itu sendiri tidaklah boleh ditunda mencapai siang hari. Oleh karenanya, mandi wajib dikerjakan sebelum mengerjakan salat subuh.

Secara ringkas rukun mandi wajib itu terdiri dari dua hal saja, yaitu niat dan yang kedua meratakan air ke seluruh tubuh.

“Dari Aisyah ra, ia menerangkan, “Nabi SAW. apabila mandi janabat memulai membasuh kedua tangannya, kemudian menuangkan bagian-bagian kanannya lalu bagian kirinya, lalu mencuci kemaluannya, lalu wudu seperti wudu untuk salat, kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya di pangkal rambut sehingga ia merasa sudah merata ia siramkan air di kepala tiga kali tuangan, lalu meratakan ke seluruh badan, kemudian membasuh kedua kakinya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan memperhatikan hadist itu, Nabi Muhammad SAW sebelum menyiramkan atau mengguyur seluruh anggota badan beliau dengan air, beliau berwudu terlebih dahulu seperti wudu untuk salat.

Dan beliau tidak lagi mengulang wudunya setelah Mandi Junub karena faktanya beliau menyentuh kemaluannya sebelum berwudu.

“Itu sebabnya Nabi Muhammad saw. tidak melakukan wudu lagi setelah mandi junub sebagaimana yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud, An Nasaay, at Tarmidzi, dan ibnu Majah dari Aisyah, “Rasulullah tidak lagi mengambil air wudu sesudah mandi janabat” kata Ustadz Kamil.

Adapun Sunnah-sunnah yang Dianjurkan dalam Mandi Janabah ialah membaca basmalah, membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air, berwudu sebelum mandi, mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudu.

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya: Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, sahkah apabila seseorang mencukupkan diri dengan mandi Jumat sehingga tidak berwudu ketika hendak salat Jumat. Demikian pula, apakah dinilai sah apabila dia mandi junub lalu tidak melakukan wudu untuk mengerjakan salat subuh; sebab dia telah mandi sebelum subuh?

Beliau menjawab: Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Wash sholatu was salamu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in (Yang lebih utama adalah hendaknya seorang melakukan wudu secara sempurna sebelum melakukan mandi besar kecuali membasuh kedua kaki, karena hal itu memang dituntunkan untuk ditunda hingga selesai mandi. Inilah yang lebih utama dan lebih sempurna)

Oleh sebab itu, diperbolehkan masuknya wudu bersamaan dengan mandi yang mustahab/sunnah maupun mandi wajib. Akan tetapi, yang lebih utama sebagaimana yang telah kami sebutkan di awal jawaban; yaitu hendaknya dia berwudu terlebih dahulu kemudian baru mandi sesudahnya. Inilah yang lebih sempurna. (rahmadhani-kamardi)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved