Breaking News:

Tempat Membahas Berbagai Persoalan

BANGUNAN Masjid Darul Muhajirin terbilang sederhana. Seluruh dindingnya dari kayu.

Editor: Dheny
BPOST GROUP/NURHOLIS HUDA
Lingkungan Masjid Darul Muhajirin yang cukup asri. 

BANGUNAN Masjid Darul Muhajirin terbilang sederhana. Seluruh dindingnya dari kayu. Atapnya tumpang dua, menaungi bagian teras yang lebar sekaligus beduk yang mulai usang.

Di pekarangan, berdiri tegak menara yang pucuknya menjadi tempat pengeras suara. Hampir semuanya didominasi warna hijau, begitu selaras dengan lingkungannya yang asri dan sejuk di area perkebunan karet yang subur.

Itulah tempat ibadah kaum muslimin yang berada di kawasan Gunung Mas, Desa Danau Salak, Kecamatan Astambul, Ibu Kota Kabupaten Banjar.

Mungkin ada yang akan mengira bangunan itu musala. Padahal masjid ini adalah satu-satunya yang ada di kawasan tersebut. Warga begitu terbantu dengan keberadaan masjid yang ada di lingkungan RT7, avdeling II, tersebut.

Diketahui, Masjid Darul Muhajirin dibangun 25 tahun yang silam. Menjadi tempat ibadah utama bagi umat muslim setempat yang umumnya bekerja di PT Perkebunan Nusantara (PN) XIII. Perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan karet.

“Masjid ini didirikan oleh pimpinan PT PN XIII sekitar 25 tahun silam,” ungkap Arifin, Ketua Pengurus Masjid Darul Muhajirin.

Sebelumnya, warga dan juga pekerja PT PN XIII harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer menuju masjid terdekat. Tak hanya untuk menunaikan salat berjemaah, tapi juga untuk mengikuti kegiatan keagamaan lainnya terutama peringatan hari besar Islam.

Setelah masjid berdiri, lanjut Arifin, jemaah pun aktif menyemarakkannya dengan menggelar berbagai kegiatan. Selain salat wajib lima kali sehari, masjid ini juga disemarakkan dengan kegiatan maulid habsi, peringatan hari-hari besar Islam dan juga tempat rapat untuk membahas berbagai persoalan.

“Khusus soal kegiatan memperingati hari besar Islam, bangunan induk dan teras tidak mampu menampung jemaah. Panitia sampai terpaksa mendirikan tenda untuk sekadar menaungi jemaah yang meluber sampai pekarangan,” ungkap Arifin.

Tidak ketinggalan, pengurus masjid bersama tokoh masyarakat, jemaah dan juga warga, sepakat menyelenggarakan TK Alquran. Untuk sekolah TK Alquran dilaksanakan setiap pukul 15.00 Wita di masjid ini, diisi dengan pendidikan agama dan belajar mengaji bagi anak-anak.

Seiring perkembangan, pengurus masjid tengah berjuang menambah teras sekaligus memperbaiki beberapa bagian masjid.

“Harapan kami, bisa melebarkan bagian teras, memperbaiki plafon yang mulai rusak dan mengganti dindingnya yang masih kayu. Mudah-mudahan ada dermawan yang bisa membantu menyempurnakan niat jemaah,” harapnya. (nurholis huda-alpri w)

Berita Populer
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved