Masa Paling Menantang Bagi Alya Rohali

Tepat hari pertama Ramadan tahun lalu, Alya Rohali memutuskan untuk berhijab. Diakuinya, awal berhijab merupakan masa-masa tersulit

Masa Paling Menantang Bagi Alya Rohali
tribunnews.com
alya rohali 

SERAMBIUMMAH.CO.ID - Tepat hari pertama Ramadan tahun lalu, Alya Rohali memutuskan untuk berhijab. Diakuinya, awal berhijab merupakan masa-masa tersulit dan paling menantang dalam hidupnya. Sebab, banyak hal yang Puteri Indonesia 1996 itu harus sesuaikan.

Salah satunya, tentu saja, terkait soal bergaya busana. Yang sempat menjadi tantangan adalah berhijab dengan penggunaan jarum pentul yang minim sehingga terasa nyaman dipakai seharian.

"Awal berhijab sempat bergelut dengan jarum-jarum pantul. Kalau kebanyakan jarum rasanya ngga enak. Takut tertusuk. Kalau sekarang sih enggak seperti dulu lagi. Sudah lumayan ahli lah," ujarnya berseloroh lalu tertawa.

Belasan tahun meniti karier di jalur entertainment, kini Alya Rohali (37) lebih memilih kehidupan yang lebih santai, tak lagi terlalu mengejar karier di dunia hiburan, dunia yang membesarkan namanya. Kini ibu tiga anak itu merasa sudah memiliki hidup yang lengkap dengan kehadiran suami dan buah hatinya.

“Karier enggak terlalu ngoyo. Mungkin dulu waktu pernikahan pertama punya Adjani (anak pertama, Red.) masih 24 tahun, muda banget, karier masih yang utama. Masih pengin yang segala macam dicapai dengan target-target, masih ambisius. Tapi makin ke sini makin berkurang,” ungkap Alya.

Tapi bukan berarti Alya mengabaikan kariernya di dunia hiburan dan karer di jalur profesional lainnya. Hanya saja, saat ini ia mengaku tidak terlalu mengutamakan hal tersebut. “Setelah pernikahan kedua dan hamil Diarra, masih pengin punya karier dan mengaktualisasikan diri, tapi mungkin enggak seperti dulu. Lebih kepada yang penting saya punya sesuatu yang saya kerjakan untuk aktualisasi diri tanpa target tertentu. Jadi itu udah kayak value hidup saja,” tambah Alya lagi.

Lagipula, tidak mungkin rasanya kalau Alya memutuskan untuk berhenti total dan menjadi ibu rumah tangga. Maklum saja, selama belasan tahun, ia sudah terbiasa disibukkan dengan segudang aktivitas. “Saya justru jenuh kalau enggak ada aktivitas. Dari remaja sudah terbiasa gitu. Cuma ada baiknya kalau kesibukannya positif, jadi enggak ngabis-ngabisin waktu. Justru dengan adanya rutinitas saya merasa lebih happy dan lebih membuat saya menjadi wanita yang lebih menyenangkan.”

Lantas, jika masih sibuk, adakah kritikan atau komplain dari suami atau anak-anak? “Dari Adjani enggak terlalu karena dia udah besar dan punya kesibukan sendiri. Yang dua lagi juga enggak terlalu. Yang penting saat anak ada di rumah, aku ada di rumah.”

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved