Breaking News:

Di Perjalanan Selalu Baca Tasbih dan Takbir

SEBELUM keluar rumah, Muhammad Isra menyempatkan diri berwudu. Itu dilakukan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarmasin

NET
Ilustrasi 

Meskipun hal yang membahayakan tidak diinginkan dan sudah berdoa serta berzikir, ternyata mendapat musibah, kapal tenggelam, pesawat jatuh atau kecelakaan itu sudah merupakan takdir Allah.

“Namun, ketika berdoa dan berzikir kita sudah dalam keadaan husnul khatimah, karena mengingat Allah, sudah berzikir dan berdoa. Jika meninggal, karena ingat Allah dalam kondisi husnul khatimah,” tegasnya.

Sarmiji pun mengutip pernyataan Jabir Radhiyallahu anhu berkata: “Apabila kami menanjak, membaca takbir dan apabila kami turun membaca tasbih”

Ungkapan kunna idza saadna kabbarna setiap Kami menanjak di tempat-tempat yang tinggi di muka bumi, maka Kami mengucapkan Allahu Akbar (Allah maha besar) dan ungkapan waidzanadzalnasabbahna dan apabila kami turun membacah tasbih.

Dengan kata lain, setiap kami menurun di tempat-tempat yangrendah di muka bumi, maka kami mengucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah).

Bertakbir ketika berada di tempat yang tinggi adalah menunjukkan rasa adanya kebesaran Allah Ta’ala dan keagungan-Nya.

Sedangkan bertabih ketika berada di tempat yang rendah, untuk menunjukkan rasa menjauhkan Allah Ta’ala dari segala macam kekurangannya.

Jadi, kata Sarmiji, berdoa serta membaca takbir dan tasbih saat naik dan turun kendaraan sangat bagus dan jangan sampai tidak diamalkan bacaaannya.

Yang penting, doa sudah tercantum dalam hadis-hadis Nabi SAW yang disebut Al-Ma’tsurat yang sahih. (syaiful anwar-kamardi)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved