Breaking News:

Di Perjalanan Selalu Baca Tasbih dan Takbir

SEBELUM keluar rumah, Muhammad Isra menyempatkan diri berwudu. Itu dilakukan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarmasin

NET
Ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM, SEBELUM keluar rumah, Muhammad Isra menyempatkan diri berwudu. Itu dilakukan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarmasin, sejak masih sekolah dasar.

Berwudu sebelum keluar rumah sudah menjadi kebiasaan saya sejak kecil sampai sekarang. Setiap kali naik kendaraan saya juga membaca doa, bertakbir dan bertasbih saat naik dan turunan,” kata warga Sungai Lulut Banjarmasin ini.

Menurut dia, berwudu dan membaca doa setiap berpergian supaya ingat selalu sama Allah serta dijaga keselamatan selama dalam perjalanan hingga ke tujuan.

Dikatakan, setiap kali mau bepergian naik kendaraan, dia selalu membaca doa: Bismillaahi Majraaha wa mursaaha inna Rabbii Laghufuurur rahimm. Artinya: Dengan nama Allah berjalan dan berhenti kendaraan ini. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Pengasih.

Ustadz Sarmiji Aseri mengatakan, memang setiap ingin berpergian baik melalui jalur darat, laut dan udara disunnahkan membaca doa.

“Di pesawat pun ada panduan atau petunjuk berdoa ketika berangkat menurut berbagai agama,” katanya.

Dikatakan Kasubag Humas IAIN Antasari ini, keutamaan doa, sesuai Sabda Rasulullah SAW: “Doa otak (inti) ibadah” (HR Atturmudzi).

Diakui Sarmiji, membaca doa merupakan salah satu ibadah zikir, termasuk di dalam tasbih dan takbir ketika di perjalanan, supaya tetap ingat Allah, tidak tahu musibah menghadang dalam perjalanan itu.

Menurut dia, keuntungan membaca doa, membaca tasbih dan zikir, yang utama adalah selalu ingat kepada Allah atau yang disebut selalu dalam keadaan zikirullah (mengingat Allah, Red).

Kemudian, Insya Allah ingat kepada Allah, diselamatkan oleh-Nya selama dalam perjalanan, sampai ke tujuan dan kembali ke tempat semula.

Meskipun hal yang membahayakan tidak diinginkan dan sudah berdoa serta berzikir, ternyata mendapat musibah, kapal tenggelam, pesawat jatuh atau kecelakaan itu sudah merupakan takdir Allah.

“Namun, ketika berdoa dan berzikir kita sudah dalam keadaan husnul khatimah, karena mengingat Allah, sudah berzikir dan berdoa. Jika meninggal, karena ingat Allah dalam kondisi husnul khatimah,” tegasnya.

Sarmiji pun mengutip pernyataan Jabir Radhiyallahu anhu berkata: “Apabila kami menanjak, membaca takbir dan apabila kami turun membaca tasbih”

Ungkapan kunna idza saadna kabbarna setiap Kami menanjak di tempat-tempat yang tinggi di muka bumi, maka Kami mengucapkan Allahu Akbar (Allah maha besar) dan ungkapan waidzanadzalnasabbahna dan apabila kami turun membacah tasbih.

Dengan kata lain, setiap kami menurun di tempat-tempat yangrendah di muka bumi, maka kami mengucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah).

Bertakbir ketika berada di tempat yang tinggi adalah menunjukkan rasa adanya kebesaran Allah Ta’ala dan keagungan-Nya.

Sedangkan bertabih ketika berada di tempat yang rendah, untuk menunjukkan rasa menjauhkan Allah Ta’ala dari segala macam kekurangannya.

Jadi, kata Sarmiji, berdoa serta membaca takbir dan tasbih saat naik dan turun kendaraan sangat bagus dan jangan sampai tidak diamalkan bacaaannya.

Yang penting, doa sudah tercantum dalam hadis-hadis Nabi SAW yang disebut Al-Ma’tsurat yang sahih. (syaiful anwar-kamardi)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved