Breaking News:

Menyemai Hidup

KULIHAT sudah seminggu ini dia mangkal di depan gerbang SD Pelita Harapan. Beberapa kali aku membeli dagangannya.

Menyemai Hidup
BPOST GROUP/DENI
Ilustrasi

“Iya Mas. Ini kan halal. Mumpung sehat, dan belum dipanggil Allah. Usia kan siapa yang bisa menebak. Masih kuat juga jualan. Beli bahan-bahannya, terus buat adonannya, digoreng kemudian dijajakan. Terus ada yang beli, eh dapat deh uangnya. Alhamdulillah, hasilnya kanbisa buat diri sendiri. Jika kepengin ini, ya beli pakai uang sendiri. Kan nggak susah, hehe…”

Aku tersenyum. Bi Sri memang hanyalah salah satu di antara ibu-ibu yang perkasa yang luar biasa.

“Bi Sri nggak bosan dengan rutinitas Bi Sri sendiri? Sekali-kali kek jalan-jalan gitu, belanja pakaian, atau ke tempat rekreasi bersama anak atau cucu!”

“Iya, itu mah sudah sering. Malah saya bangga dengan anak saya. Anak saya malah menyuruh saya untuk menyempatkan diri untuk beristirahat, refreshing, jalan-jalan. Berbeda dengan anak yang lain, biasanya melarang orangtuanya untuk jalan-jalan dengan alasan sudah tua, dan lebih baik banyakin dzikir saja di rumah. Toh, dzikiran kan bisa di mana saja. Pas jualan juga bisa. Jadi saya sangat bersyukur dengan kedua anak saya itu.”

Walaupun hanya berjualan kue keliling dari SD satu ke SD lainnya. Bi Sri sangat nyaman menikmati hidup.

Bisa mendidik kedua anaknya, kemudian berhasil menyekolahkan mereka hingga S2 dan bekerja di perusahaan ternama. Ini adalah salah satu potret nyata dari seorang manusia.

Kesuksesan bisa diraih oleh siapa pun, asalkan ia bertekad kuat dan bekerja terus-menerus tanpa rasa terbebani. Banyak pelajaran dan rahasia hidup yang bisa kita dapatkan dari bekerja keras, tanpa mengeluh satu katapun dari kehidupan Bi Sri. Ya, semoga kita bisa mengambil ibrahnya. (*)

Tags
Cerpen
Berita Populer
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved