Orangtua Harus Tahu Cara Mendidik Anak

PENDIDIKAN bukan hanya tanggung jawab sekolah. Orangtua juga memiliki kewajiban memberikan

Orangtua Harus Tahu Cara Mendidik Anak
BPOST GROUP/ELHAMI
TRAINING Smart Parenting di Swiss Belhotel Borneo, Sabtu (15/3). 

PENDIDIKAN bukan hanya tanggung jawab sekolah. Orangtua juga memiliki kewajiban memberikan pendidikan kepada buah hati mereka. Karenanya, orangtua perlu mengetahui cara mendidik anak-anak mereka.

Untuk memberikan pengetahuan kepada para orangtua murid, Madrasah Diniyah Islamiyah Muhammadiyah (MDIM) 1-2 Sungai Kindau kembali menggelar acara Training Smart Parenting di Swiss Belhotel Borneo, Sabtu (15/3).

Kegiatan ini sebagai pembuka, sebelum si anak bersekolah di sekolah tersebut. Pihak sekolah membekali orangtua siswa yang dinyatakan anaknya lulus untuk bisa lebih memahami bagaimana cara mendidik seorang anak.

Ketua Panitia yang juga Kepala MDIM Sungai Kindau, M Fauzi Rahmani, mengatakan kegiatan diperuntukkan bagi orangtua murid baru yang dinyatakan lulus di MDIM 1-2 pada  2014 ini.

Sebanyak 250 peserta yang terdiri atas orangtua murid dan guru TK di Banjarmasin, begitu antusias mengikuti kegiatan. Mereka juga serius mendengar pemaparan yang disampaikan  pembicara nasional yakni Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, direktur Auladi Parenting School di Bandung.

“Ini merupakan Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA). Kegiatan dilakukan dalam rangka menyambut orangtua murid baru. Mayoritas murid baru yang diwajibkan. Dan saat ini sekitar 150 orang murid yang diterima pada 2014 ini,” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan, sebelum anak belajar di sekolah harus dibangun komitmen kebersamaan dalam bingkai pendidikan. Tanggung jawab pendidikan adalah peran orangtua dibantu lembaga pendidikan.

“Jangan sampai anak nakal gara-gara orangtua atau lembaga. Keduanya saling membantu dalam pendidikan,” ujarnya.

Insan, saat menyampaikan materi tentang kebebasan anak, serta ketegasan orangtua, memaparkan cara anak bereksplorasi, memahami batasan kebebasan.

“Belajar anak tak melulu dimaknai dengan menyuruh membaca buku. Tetapi belajar harus dimaknai lebih mendalam yakni life skill di anak. Jadi, bebaskan mereka dalam kehidupannya,” jelasnya.

Namun jika si anak dalam life skill-nya melanggar tiga hal, seperti membahayakan dirinya, merugikan orang lain, agama dan negaranya, maka harus dilarang.

“Selama dirinya tidak melanggar tiga hal itu, bebaskan lah anak dalam kehidupannya untuk belajar,” tambahnya.

Orangtua murid yang juga sebagai perserta, Nina Muhiddah, mengatakan sangat mengaperesiasi kegiatan ini, karena konsep pembelajaran pendidikan orangtua kepada anak ini baru pertama di Banjarmasin.

“Sangat bermanfaat sekali. Saya bisa mendapat acuan bagaimana seharusnya mendidikan anak agar bisa berkembang menjadi generasi baik,” katanya singkat. (elhami-yamani ramlan)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved